Wartawan Wawai News Sumantri, Kembali Mengalami Intimidasi Usai Beritakan Kasus Dugaan Korupsi

214

dutapublik.com, TANGGAMUS – Kepala Biro (Kabiro) Media Wawai News Tanggamus, Sumantri, kembali mengalami intimidasi saat berada di kediamannya di Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Sabtu (16/3) malam sekitar pukul 23.20 WIB.

Seorang pria berinisial DT, yang mengaku sebagai menantu Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Tanggamus, mendatangi rumah Sumantri dengan sikap arogan. Ia menantang berkelahi dan meminta agar berita yang telah dipublikasikan segera dihapus.

“Oh, kamu yang namanya Sumantri? Kenapa saya juga diberitakan? Hapus itu! Apa maumu? Sini ikut saya keluar!” bentak DT dengan nada mengancam.

DT merasa keberatan karena namanya disebut dalam pemberitaan terkait dugaan intervensi dalam proyek pengadaan figura atau foto kepala daerah yang dikondisikan oleh Ketua K3S Tanggamus.

“Hapus berita itu! Saya kan cuma minta berita mertua saya dihapus, kok malah saya ikut diberitakan?” ujar DT dengan nada tinggi.

Sebelumnya, Wawai News mengungkap adanya dugaan permainan proyek di lingkungan sekolah-sekolah di Kabupaten Tanggamus yang diduga melibatkan Ketua K3S berinisial MN. Setelah berita tersebut viral, muncul upaya intervensi dari seseorang yang mengaku sebagai menantu MN.

Pria tersebut sempat menghubungi wartawan Wawai News dengan nada menekan. “Halo, saya dari Kota Agung. Saya menantu MN. Apa yang kalian beritakan soal K3S? Dia itu mertua saya,” katanya tanpa menyebut identitas lengkap.

Setelah upaya intervensi itu gagal, tindakan intimidasi pun terjadi secara langsung di rumah wartawan Wawai News, yang diduga kuat sebagai bentuk tekanan terhadap kebebasan pers.

Tindakan intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers. Wartawan berhak menyampaikan informasi kepada publik tanpa tekanan atau ancaman dari pihak mana pun.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait insiden ini. Kedua orang tua Sumantri serta warga sekitar merasa terguncang atas peristiwa yang terjadi di kediamannya.

Informasi mengenai insiden ini telah sampai ke aparat kepolisian. Namun, pihak Polsek Wonosobo meminta agar permasalahan diselesaikan dengan kepala dingin. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *