6 Pernyataan Sikap Warga Dalam Pemilihan Ketua RW 04 Kelurahan Koja

648

dutapublik.com, JAKARTA UTARA – Pemilihan Ketua RW 04 Kelurahan Koja Kecamatan Koja, Jakarta Utara, berlangsung secara aklamasi setelah hanya ada satu orang yang mencalonkan diri.

Pemilihan yang digelar di Kantor Balai Warga RW 04 Koja pada Selasa (1/3) pagi, menetapkan Ika Reys Arfah sebagai ketua RW 04  periode 2022-2025.

Direncanakan awalnya acara akan dimulai pukul 09.00 WIB, namun karena belum ada dari perwakilan dari pihak Kelurahan Koja dan juga cuaca hujan dalam kondisi hujan, akhirnya acara untuk sementara diisi terlebih dahulu dengan hiburan.

Tepat pukul 09.40 WIB, Mursani, selaku Sekertaris Kelurahan (Sekel) tiba di lokasi Balai Warga RW 04 beserta jajarannya dan Satpol PP Koja Hendra dan acara langsung dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Mursani sekaligus membuka acara tersebut.

“Puji syukur kita panjatkan pada pagi ini kita dapat menyelenggarakan peremajaan RW O4,” ucapnya.

Namun, pada saat memberikan sambutan dan tata cara pemilihan, tiba-tiba Aripudin, selaku ketua RT 003 melakukan interupsi untuk menjelaskan ke panitia pelaksana yang kebetulan dipimpin oleh Mursani.

“Jangan langsung mengetuk meja bahwa pemilihan ini secara aklamasi dan langsung menunjukan Ika Reys Arfah sebagai Ketua RW 04 terpilih harusnya ditanyakan dulu satu persatu ke tiap-tiap RT,” tegasnya.

Dikatakan Aripudin, karena ketua panitia tidak mengikuti tahapan-tahapan yang sudah ditentukan walaupun secara aklamasi, membuat Aripudin naik pitam sehingga menimbulkan keributan.

“Tidak mempermasalahkan siapa pun ketua RW terpilih kami akan terima dan kami akan memberi pernyataan sikap, yaitu Pertama, pengurus RT 003 siap mandiri dalam apapun. Kedua, transparan dalam penerimaan Bantuan Sosial (Bansos) tunai dan non tunai. Ketiga, pembagian Bansos selama ini di rumah RW 04, mulai saat ini harus di balai warga RW 04.”

“Keempat, data penerima Bansos agar dikirim kepada ketua tiap-tiap RT 003 artinya agar pengurus RT tidak timbul fitnah di masyarakat. Kelima surat menyurat dilakukan di balai warga RW 04 dan Keenam, Struktur pengurus RW 04. Demikian surat pernyataan sikap kami warga RT 003/04 Kelurahan Koja Kecamatan Koja,” paparnya.

Menurut Mursani, adapun polemik itu bagian dari dinamika warga memang demikian. Bukan hanya di RW 04 saja, pemilihan RT pun demikian seperti pemilihan RW.

“Seperti ini dinamikanya pada saat-saat pemilihan RT/RW inilah ajang warga masyarakat kita musyawarah untuk mufakat demokrasi untuk mencari pemimpin-pemimpin di wilayah masing-masing,” ungkapnya. (E. Bule)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *