dutapublik.com, JAMBI – Provinsi Jambi terkenal masih banyak potensi potensi yang bisa dimanfaatkan oleh negara baik itu untuk pertambangan emas, hasil hutan, minyak bumi, batu bara dan lainnya.
Provinsi Jambi juga termasuk akses lintas di wilayah Sumatera, namun potensi yang ada tersebut banyak dimanfaatkan oleh orang orang serta kelompok tersendiri untuk memanfaatkan potensi alam yang ada tersebut.
Sementara pemerintah dan penegak hukum tidak maksimal dalam menggarap potensi yang ada dan menindak pelaku usaha ilegal di Provinsi Jambi.
Berdasarkan amatan Pengurus Fast Respon Provinsi Jambi hal ini terjadi karena adanya azas kepentingan berkelompok memanfaatkan potensi alam tersebut.
Seperti ilegal drilling di Jambi sangat menjamur, penindakan dari penegak hukum bisa dibilang tebang pilih, dan pemerintah bagian ESDM seolah enggan menindak lanjut hal tersebut.
Sebagai kontrol sosial tentunya perlu sedikit lirikan dan diberitakan akan hal ini agar semua bisa ditertibkan dengan baik dan negara tidak dirugikan.
“Kalaupun potensi alam tersebut pemerintah belum mampu menghandle semua, paling tidak ada tindakan serius tanpa ada azas kepentingan untuk keuntungan pribadi atau kelompok yang merugikan negara yang bisa merusak tatanan alam ini. Kepada penegak hukum dan instansi terkait serius dong, barang jelas depan mata seolah tutup mata, apakah ilegal-ilegal akan dibiarkan saja?” ungkap Pengurus Persatuan Wartawan Counter Polri Provinsi Jambi. (Red)





