Sujadi, Sang Inovator Pupuk Organik Cair Pengganti Pupuk Kimia

996

dutapublik.com, CIREBON – Sebagai pengganti Pupuk Kimia, Pupuk Organik Biogan Cair terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Pupuk Biogan Cair hasil Inovasi dari Sujadi tersebut, pernah mendapatkan Apresiasi di tingkat Menteri era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yodoyono (SBY).

Berawal dari keprihatinan terhadap pola tanam dan pola pemeliharaan Petani Padi di Kabupaten Cirebon yang selalu bergantung pada obat-obatan kimia dengan harga begitu mahal, Sujadi Kangolo warga asal Desa Pekantingan Kabupaten Cirebon Jawa barat. Mulai Tahun 2000 Ia terketuk hatinya untuk membuat satu penelitian, yaitu mengembangkan Pupuk Organik Cair yang diberi nama Biogan.

Alhasil dari eksperimen tersebut, Sujadi sempat mendapat penghargaan yang luar biasa dari Menteri Pertanian di era kepemimpinan Presiden SBY.

Bukan hanya sampai di situ, di tahun 2005/2006, saat panen raya dari hasil Demplot penggunaan Pupuk Biogan Cair di Desa Babadan Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, di saat Panen Perdana dihadiri oleh Bupati Cirebon Dedy Supardi, M.M., Gubernur Jawa Barat Dani Setiawan, Kabulog Wijanarko Puspoyo, Ketua KTNA Pusat Ir. Winarno Tohir dan jajaran terkait saat itu.

Seiring dengan berjalannya waktu, Sujadi tidak berhenti sampai disitu, terus melakukan eksperimen di bidang pupuk Pertanian. Walau berbagai rintangan usaha menimpanya, dia tidak berkecil hati. Walau sekarang usianya hampir menginjak 7O tahun, karyanya terus berjalan untuk mengembangkan Pupuk Biogan Cair.

Manfaat yang dirasakan, bukan sekedar mampu meningkatkan hasil Panen Padi dan Palawija, namun di sektor budidaya Ikan air tawar dan budidaya Jamur Merang maupun Jamur Tiram sudah dirasakan hasilnya.

Khusus di sektor Pertanian, di awal tahun 2021 Sujadi Kembali merasakan keprihatinan yang luar biasa terhadap Petani dengan sering terjadinya kelangkaan Pupuk Urea Bersubsidi, sedangkan harga Pupuk Non Subsidi sangat begitu mahal.

Untuk mengatasi kelangkaan tersebut, Sukadi akhirnya berinovasi menciptakan Pupuk Organik Biogan Cair sebagai pengganti Pupuk Urea, yang artinya dalam waktu 3-4 hari setelah di semprot, tanaman padi langsung menghijau.

“Pupuk Biogan Cair dengan harga yang begitu terjangkau. Untuk Pemakaian perhektar hanya dibutuhkan sekitar 15 liter, dengan harga sekitar 700 ribuan. Jika pemupukan tanaman padi dengan menggunakan Urea atau Pupuk kimia lainnya, biaya yang dibutuhkan bisa mencapai di atas 2 jutaan. Selisih yang begitu jauh,” kata Sukadi, kepada awak media dutapublik.com, pada Rabu (26/5).

Sujadi berharap, pihak Pemerintah maupun Swasta, bisa memperhatikan bidang Pertanian.

“Mari bersama sama perhatikan Pertanian, bukan hanya dari sektor padi, tapi semua sektor. Aset yang begitu luar biasa, mari sama- sama perhatikan. Karena Petani juga harus sehat, sebagai penopang pangan dan juga masyarakat bisa tetap sehat dengan segala bentuk makanan yang dikonsumsinya tiap hari,” pungkasnya. (Suhartono)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *