Wakapolres Karawang Resmi Menutup KKL Serdik Sespimma Lemdiklat Polri Angkatan 65 TA 2021

651

dutapublik.com, KARAWANG – Waka Polres Karawang Kompol Ahmad Faisal Pasaribu yang mewakili Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra, secara resmi menutup seluruh kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Peserta Didik (Serdik) Sespimma Lemdiklat Polri Angkatan ke-65 TA. 2021.

“Alhamdulillah, seluruh kegiatan KKL di wilayah Polres Karawang secara resmi telah selesai dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang ditentukan,” ungkap Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra dalam teks pidato yang dibacakan oleh Wakapolres Karawang, Kompol Ahmad Faisal, pada Jumat (28/5) pagi.

Walaupun dalam pelaksanaannya menemukan hambatan atau kekurangan, sambung Faisal, namun hal demikian merupakan suatu proses yang harus dilalui dalam menuju kesuksesan dan keberhasilan.

“Kepada Ketua Tim Pokja beserta seluruh pendamping dan peserta Pokja KKL, Kapolres Karawang beserta jajaran menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Lemdiklat Polri untuk melaksanakan KKL di wilayah Polres Karawang,” paparnya.

Baca Juga:  Pj Bupati Gayo Lues Diduga Fasilitasi LSM Tertentu Obok-Obok SKPD

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaannya banyak hal yang kurang berkenan karena keterbatasan dan kemampuan, serta kekhilafan semata.

“Dengan berakhirnya KKL Serdik Sespimma Lemdiklat Polri angkatan ke-65 TA. 2021 di Polres Karawang, selanjutnya Kapolres Karawang beserta jajarannya di Polres Karawang mengucapkan selamat jalan dan semoga sukses dalam menyelesaikan program pendidikannya tersebut,” ujar Faisal.

Masih di tempat yang sama, Kabag Sumda Polres Karawang, Kompol Adi Fauzi menuturkan, kegiatan KKL Sespimma Lemdiklat yang diikuti oleh 20 peserta didik berlangsung di Polres Karawang sejak tanggal 24 Mei 2021 hingga tanggal 28 Mei 2021.

“Untuk tema dalam kegiatan tersebut, ialah Optimalisasi Penanggulangan Curanmor guna menurunkan angka kejahatan jalanan dalam rangka pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas),” ujarnya.

Disebutkannya, kegiatan dari Serdik Sespimma selama melakukan kegiatan KKL salah satu contoh diantaranya ialah, Serdik melakukan penelitian di lapangan dan pemecahan dalam masalah Curanmor yang ada di wilayah Polres Karawang.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Hoax, DPD PAPDESI Sumut Gelar Sosialisasi Penguatan Persatuan Dan Kesdutapublik.com, SUMUT - Ditengah keberlangsungan bulan suci ramadhan, Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Sumatera Utara (DPD PAPDESI Sumut) gelar sosialisasi penguatan persatuan dan kesatuan untuk mencegah penyebaran berita hoax ditengah masyarakat pada era digitalisasi atau Media Sosial (Medsos) saat ini. Sosialisasi yang bertemakan "Bersama Ramadhan Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Bingkai Keberagaman Untuk Mencegah Penyebaran Berita Hoax di Medsos" tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kepala Desa Kedai Durian, Jalan Mawar/Cempaka, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Senin (01/04/2024) pagi. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Sumatera Utara (DPD PAPDESI Sumut), Zainul Akhyar, pada sambutannya mengatakan sosialisasi tersebut dilakukan sebagai wujud tanggungjawab sebagai anak Bangsa untuk merawat persatuan dan kesatuan ditengah maraknya peredaran berita hoax ditengah masyarakat melalui Medsos. "Belakangan ini di Media Sosial sangat luar biasa penyebaran hoax. Kita tau bahwa hoax adalah informasi yang tidak benar tapi seolah-olah menjadi benar. Oleh sebab itu, kita tidak mau Republik Indonesia ini menjadi tidak tenang dan tentram karna Medsos yang hoax. Untuk itu, kami sengaja mengundang Bapak dan Ibu untuk mewakili warga kita yang 15.000 orang, supaya nanti bisa menyampaikan kepada masyarakat agar kita ini tidak lagi ber Medsos yang berdosa. Mari ajak masyarakat luas untuk menolak berita hoax," ucap Zainul Akhyar. Lebih lanjut, Zainul Akhyar yang juga merupakan Kepala Desa Kedai Durian, mengajak masyarakat untuk menghargai keberagaman ditengah masyarakat karena ia menyebut Bangsa Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mengandung nilai persatuan dan kesatuan. "Kita jangan dipecah-pecahkan oleh berita-berita hoax, mari sama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini, walau kita berbeda-beda namun kita telah disatukan didalam kebhinekaan dengan lambang Negara Burung Garuda," sambungnya. Selain itu, Zainul Akhyar juga mengingatkan warganya untuk tetap menjaga kekondusifan ditengah masyarakat pasca pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu). "Pemilihan Presiden dan Legislatif sudah selesai dan sudah ditetapkan oleh KPU siapa pemenangnya, saya berharap untuk kita semua mari mencegah penyebaran hoax tentang Pemilu, jangan kita menjadi korban ke tidak tahuan. Jika ada yang mengajukan gugatan ke MK itu silahkan, kita sebagai warga masyarakat tidak perlu ikut campur tangan ke sana karena sudah ada aturan yang mengatur itu dan itulah gunanya konstitusi yang apapun permasalahan tentang Pemilu adalah hak daripada Mahkamah Konstitusi, tugas kita menolak berita hoax agar kita tetap tentram dan terjaga persaudaraan kita," ujarnya. Tokoh Agama, Ustad Kusdiantoro, SHi., yang juga merupakan Sekertaris DPD PAPDESI Sumut, pada kegiatan itu mengajak masyarakat untuk mampu berkomunikasi yang baik, karna menurutnya hanya dengan berkomunikasi yang baik terciptanya informasi yang benar tanpa hoax. "Membangun kebersamaan, membangun kesatuan dan persatuan dimulai dari keluarga. Kita harus memulai dari diri kita sendiri untuk selalu berkata baik, sehingga tiap-tiap perkataan yang kita keluarkan selalu benar, yang pada akhirnya menjadi amal ibadah kita kepada Allah Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ucap Ustad Kusdiantoro. Ditemui usai sosialisasi, Zainul Akhyar, kepada Wartawan mengatakan pihaknya meminta seluruh para aktivis Desa untuk bersama-sama mengajak masyarakat menolak dan tidak mengkonsumsi hoax-hoax yang beredar. "Kepada kawan-kawan kami para pejuang Desa se Sumatera Utara di bawah naungan PAPDESI untuk juga segera mengimplementasikan yang sudah kami buat di Sumatera Utara ini agar benar-benar masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak mereka mengerti yaitu hoax," kata Zainul Akhyar. Bukan hanya itu, Zainul Akhyar, juga berharap kepada Pemerintah untuk selalu getol mengingatkan masyarakat menolak penyebaran hoax. "Harapan kami kepada Pemerintah, jangan bosan-bosan terus menghimbau dan terus membimbing masyarakat agar masyarakat benar-benar mengerti tentang aturan dan larangan tentang penyebaran hoax," pungkasnya. Pada kegiatan tersebut, selain Ketua DPD PAPDESI Sumut, Zainul Akhyar, dan Sekertaris DPD PAPDESI Sumut, Ustad Kusdiantoro, SHi., tampak hadir jajaran pengurus dan anggota DPD PAPDESI Sumut. Kemudian, juga turut hadir Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta puluhan Masyarakat Desa Kedai Durian. *(Rizky Zulianda)*atuan

“Lalu mengumpulkan data-data di Polsek yang rawan Curanmor dan menentukan solusi untuk menekan angka Curanmor,” paparnya.

Informasi yang dihimpun, kegiataan tersebut juga turut dihadiri oleh Perwira Pengawas (Pawas) Kombes Pol. Yogi Ginanjar selaku Ketua Tim Pokja KKL dan didampingi oleh AKBP Dra. Diny Supardini, serta AKBP Drs. Ayik Nurul Mutaqin dari Sespim Lemdiklat Polri.

“Mudah-mudahan kegiatan yang telah dilaksanakan di wilayah Polres Karawang, bisa dijadikan referensi atau bahan kajian sebagai dasar untuk menegaskan pernyataan melalui fakta-fakta yang teruji serta ilmiah. Sehingga, bisa dipergunakan dalam menyelesaikan program pendidikan dan lebih jauh bisa bermanfaat baik bagi Kepolisian maupun masyarakat banyak,” pungkasnya. (gusti)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *