Memalukan!!! Proyek Pengurugan Pertamina CLU INF-04 Belum Dikerjakan, Namun Dugaan “Main Sikut Berebut Isi Perut” Sudah Terjadi

363

dutapublik.com, KARAWANG – Desa Langensari Kecamatan Cilamaya Kulon, Desa Pulokalapa dan Desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diketahui merupakan wilayah yang terdampak rencana pembangunan sumur Pertamina CLU INF-04.

Saat ini, lahan sawah milik beberapa petani yang berlokasi di 3 Desa tersebut yang terdampak pembangunan sumur Pertamina CLU INF-04, sudah direalisasikan pembayaran pembebasan. Sehingga, pihak Pertamina CLU INF-04 telah menunjuk pihak ketiga untuk melaksanakan pekerjaan pengurugan titik lokasi di ketiga Desa tersebut.

Namun, belum juga dilaksanakan pekerjaan pengurugan, sudah muncul permasalahan yang terjadi yang sangat memalukan. Pasalnya, muncul beberapa oknum yang mengaku mempunyai kedekatan dengan pelaksana pekerjaan pengurugan Pertamina CLU INF-04. Oknum tersebut diduga berkeinginan melakukan monopoli atau ingin menguasai pelaksanaan pekerjaan dengan mengabaikan keberadaan kepengurusan Karang Taruna Desa Langensari dan Desa Pulokalapa serta kepentingan masyarakat Desa terdampak.

Hal itu terungkap ketika, pada Kamis (27/6/2024) oknum dan pihak pelaksana pekerjaan pengurugan Pertamina CLU INF-04 mengundang Ketua Karang Taruna Desa Pulomulya untuk melaksanakan rapat koordinasi terkait hak-hak yang ditawarkan kepada Karang Taruna Desa terdampak dalam pelaksanaan pekerjaan pengurugan nantinya.

Ironisnya, oknum dan pihak pelaksana pekerjaan pengurugan tersebut hanya mengundang Karang Taruna Desa Pulomulya saja. Sedangkan, Karang Taruna Desa Langensari dan Desa Pulokalapa tidak diundang untuk melaksanakan rapat koordinasi tersebut.

“Iya betul, saya sedang mengikuti rapat koordinasi di rumah Pak Diki, di Desa Langensari dan bukan di rumah Ketua Karang Taruna Desa Langensari. Di sini juga ada Pak Sotong. Kalau dari Karang Taruna Desa Langensari yang hadir saya tidak tahu karena saya belum kenal. Kalau dari Karang Taruna Desa Pulokapa saya tidak lihat kehadirannya.”

“Yang dibahas dalam rapat koordinasi ini yaitu terkait Ritasi pengurugan dan Banlok. Katanya masalah Ritasi pembayarannya mengikuti dengan Banlok pembayarannya perbulan. Itu aja sih,” ujar, Ricky, selaku Ketua Karang Taruna Desa Pulomulya, kepada media dutapublik.com, pada Kamis (27/6/2024).

Sementara, Diki, selaku Kepala Dusun Desa Langensari yang sekaligus sebagai tuan rumah rapat koordinasi pekerjaan pengurugan Pertamina CLU INF-04, membenarkan bahwa kediamannya dijadikan tempat rapat.

“Kalau Pulokalapa tadi ada Pak, diwakili Pak Sotong. Dan rekomendasi dari Pak Lurah Ajat (Kades Pulomulya_red) yang datang Pak Ricky. Terkait Karang Taruna Langensari bisa kumpul setelah waktu Ashar. Saya sudah sounding ke Bendaharanya,” jelasnya, melalui pesan WhatsApp.

Ucup alias Ucok, selaku ketua Karang Taruna Desa Langensari, ketika dikonfirmasi oleh media dutapublik.com terkait dilakasanakannya rapat koordinasi tersebut, dirinya tidak mengetahui dan merasa tidak diundang.

“Siapa yang kumpul (rapat_red) di rumah Kadus Diki? Kata siapa Pak? Coba namanya siapa yang bilang ada kumpulan 3 Karang Taruna Desa terdampak Pertamina Pak? Saya gak tahu. Saya ga ikut kumpul. Dan Karang Taruna Desa Langensari pun tidak dapat informasi jika akan ada rapat 3 Karang Taruna Desa terdampak Pertamina,” tuturnya.

Sedangkan, Yogi, selaku Kepengurusan Karang Taruna Desa Pulokapa, ketika dikonfirmasi oleh media dutapublik.com, dirinya pun menegaskan bahwa Karang Taruna Desa Pulokalapa tidak mendapatkan undangan rapat koordinasi dengan pelaksana pekerjaan pengurugan Pertamina CLU INF-04.

“Saya dari kepengurusan Karang Taruna Desa Pulokalapa tidak merasa mendapat undangan rapat dari pelaksana pekerjaan pengurugan Pertamina CLU INF-04. Jadi, jika ada orang yang katanya hadir dalam rapat mengaku mewakili Karang Taruna Desa Pulokalapa, itu bohong dan itu adalah oknum. Karena kami tidak merekomendasikan atau menugaskan yang bersangkutan untuk mewakili Karang Taruna Desa Pulokalapa,” tegasnya.

A, selaku perwakilan dari pelaksana pekerjaan pengurugan Pertamina CLU INF-04, ketika dikonfirmasi oleh media dutapublik.com, melalui sambungan telepon WhatsApp, berjanji akan melakukan mediasi dengan kepengurusan Karang Taruna Desa Pulokalapa dan Desa Langensari.

“Coba saya akan bicarakan dengan Bos untuk mengatur jadwal pertemuan dengan Karang Taruna Desa Pulokalapa dan Desa Langensari. Kita duduk bersama, kita cari solusi terbaik dari kesalahpahaman yang terjadi,” katanya, pada Kamis (27/6/2024) malam.

Entah siapa aktor intelektual di belakang semua kekisruhan ini? Patut diduga adanya oknum yang ingin memanfaatkan rencana pekerjaan pengurugan Pertamina CLU INF-04 demi kepentingan dan keserakahan isi perutnya sendiri dengan mengabaikan keberadaan Karang Taruna dan masyarakat Desa terdampak. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *