Euforia Hari Santri Nasional Di Desa Marikangen Plumbon Cirebon

501

dutapublik.com, CIREBON – Madrasah Nurul Anwar Desa Marikangen Kecamatan Plumbon Kabupatennya Cirebon pada 22 Oktober 2024 yang Bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN) mengadakan kegiatan Ziarah Ke makam Pendiri Madrasah, sesepuh, kyai dan dermawan di lingkungan Desa Marikangen.

Peringatan tersebut memiliki makna yang mendalam bagi para santri khususnya dan masyarakat Desa Marikangen, Plumbon.

Saepullah selaku Kepala Desa Marikangen mengapresiasi dan mensuport kegiatan para santri tersebut.

Bahkan dari pantauan awak media kiyai Amad terlihat bersama pak kuwu dan beberapa perangkat desa sangat antusias mendampingi para santri berjalan kaki menuju lokasi ziarah yang sudah ditentukan lokasi sebelumnya.

Hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Tanggal 22 Oktober dipilih untuk mengenang Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1945, yang menyerukan umat Islam untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Peristiwa ini menjadi titik awal mobilisasi santri dan masyarakat dalam melawan pasukan kolonial, terutama dalam pertempuran yang terjadi di Surabaya pada akhir Oktober 1945

Setiap tahun, peringatan Hari Santri memiliki tema yang berbeda. Pada tahun 2024 Ini tema yang diusung Madrasah Nurul Anwar adalah “Nyekar Makam kyai dan Dermawan ” tema ini menekankan pentingnya semangat juang para santri dalam menghadapi tantangan zaman saat ini. Di berbagai daerah, termasuk Plumbon, kegiatan peringatan melibatkan santri, pengasuh Masrasah , dan dipimpin langsung oleh Ketua Madrasah Nurul Anwar dalam serangkaian acara yang meriah dengan melakukan Ziarah ke makam KH . Syatori ( Pendiri) Kyai Mukri ( sesepuh) Bpk Kuwu Fuad (Dermawan) Kyai Abdulah ( sesepuh ) dan Kyai Anwar (sesepuh)

Peringatan Hari Santri di Desa Marikangen, Plumbon, menjadi momen refleksi bagi generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan serta melanjutkan warisan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para ulama dan santri sebelumnya.

Bapak Leman selaku Kadus Desa Marikangen mengatakan dukungan positif karena memang ini merupakan budaya kultur di indonesia, adanya tahlil dan ziarah. “Saya berharap sih bisa diikuti madrasah madrasah yang lain dan bisa gabung bareng, berkolaborasi dan berkesinambungan di wilayah Desa Marikangen.
Leman juga berharap Minimal anak- anak santri mengetahui budaya dan khazanah islam,” ucapnya. (Haryudi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *