Lagi, Akibat Jalan Rusak, Tiga Pemotor Alami Kecelakaan Dalam 25 Menit: Satu Orang Meninggal Di Tempat

150

dutapublik.com, KARAWANG – 
Kondisi jalan nasional jalur Pantura yang rusak parah kembali memakan korban jiwa. Hanya dalam rentang waktu 25 menit, tiga pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan di lokasi yang sama, tepatnya di jembatan dekat Kantor Desa Balonggandu, pada Kamis (5/6/2025). Satu orang dilaporkan meninggal di tempat setelah terlindas truk, sementara dua lainnya mengalami luka berat.

Jembatan di dekat Kantor Desa Balonggandu memang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan di jalur Pantura. Kerusakan parah berupa lubang menganga sepanjang tiga meter dengan kedalaman mencapai 30 cm menjadi penyebab utama pengendara terjatuh.

Menurut kesaksian warga sekitar, Yono Sutaryono, kecelakaan pertama terjadi pada pukul 06.40 WIB, dialami oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Sepuluh menit kemudian, seorang pengemudi ojek online terjatuh di titik yang sama. Selang sepuluh menit berikutnya, kembali terjadi kecelakaan tragis—seorang pemotor terjatuh dan langsung terlindas truk yang melintas.

“Kejadian pertama sekitar pukul 06.40 WIB, sepuluh menit kemudian ada lagi yang terjatuh, dan tidak lama setelah itu, sekitar sepuluh menit kemudian, satu orang kembali terjatuh dan langsung terlindas mobil truk,” ujar Yono.

Peristiwa memilukan ini kembali menggugah perhatian publik terhadap lambannya respons pemerintah dalam menangani kerusakan jalan yang sudah menahun. Warga, terutama para pengguna jalan, menjadi korban akibat kelalaian dan lambatnya tindakan dari pihak berwenang.

Sudah semestinya masyarakat menuntut pemerintah agar cepat tanggap dalam memperbaiki infrastruktur jalan. Mereka turut berkontribusi terhadap APBN melalui pembayaran pajak, sehingga sudah menjadi hak mereka mendapatkan fasilitas umum yang layak dan aman.

Aparat pemerintah dan dinas terkait tidak boleh lagi berdiam diri. Mereka harus segera turun langsung ke lapangan, meninjau kondisi jalan, dan mengambil langkah strategis untuk perbaikan. Jangan sampai korban berikutnya kembali jatuh akibat kelalaian yang sama. (Endang Andi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *