dutapublik.com, JAKARTA – Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia Satu (GAWARIS), Asep Suherman, SH., menanggapi keras pernyataan Dewan Pers yang menyebut akan mencabut izin perusahaan pers yang menggunakan nama-nama berbau institusi. Menurut Asep, langkah tersebut keliru, tidak berdasar, dan mencerminkan pemahaman yang salah terhadap batas kewenangan.
Asep yang akrab disapa “Komandan” di kalangan jurnalis se-Nusantara ini menegaskan bahwa Dewan Pers tidak memiliki dasar hukum untuk mencabut ataupun mengganti nama badan hukum sebuah perusahaan pers.
“Itu bukan wewenang Dewan Pers. Kalau bicara legalitas nama atau badan hukum perusahaan pers, itu ranahnya Kementerian Hukum dan HAM, bukan Dewan Pers. Jangan sampai masyarakat pers disesatkan oleh pernyataan-pernyataan yang keliru seperti ini,” ujar Asep saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Asep yang juga merupakan purnawirawan TNI ini dikenal sebagai figur pembela jurnalis, terutama dalam kasus-kasus intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap pekerja pers. Ia menyayangkan sikap Dewan Pers yang dianggap terlalu jauh melangkah dari fungsinya.
“Fungsi Dewan Pers itu jelas: mendata, memverifikasi, dan mencatat perusahaan pers. Bukan sebagai lembaga pengawas yang bisa seenaknya mencabut izin atau memaksa mengganti nama perusahaan. Ini sudah kelewatan,” katanya dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Asep menilai pernyataan Dewan Pers berpotensi membungkam kemerdekaan pers yang selama ini diperjuangkan oleh banyak pihak. Ia khawatir sikap tersebut menjadi preseden buruk bagi iklim kebebasan pers di Indonesia.
“Pernyataan semacam ini bisa menjadi alat pembenaran untuk membungkam media-media kecil yang kritis, apalagi yang lahir dari komunitas atau aktivis daerah. GAWARIS akan melawan jika kebebasan pers coba-coba diintervensi,” tandasnya.
Asep juga mengajak seluruh insan pers untuk tetap solid dan tidak takut menghadapi tekanan dari pihak mana pun. Menurutnya, kekuatan media terletak pada keberanian dan integritas.
“Jurnalis harus berani bersuara. Jangan takut jika kita benar. GAWARIS akan selalu hadir membela jurnalis yang dizalimi,” pungkasnya. (Asep Surahman)





