dutapublik.com, KALBAR – Ucapan mengejutkan keluar dari Gubernur Kalimantan Barat saat memberi sambutan di peringatan HUT IJTI, 8 Agustus 2025. Di hadapan para jurnalis, ia melontarkan istilah “Wartawan Bodrex” yang langsung memicu reaksi keras dari insan pers. Sekretariat Bersama YLBH-LSM-Media pun angkat bicara dan mendesak gubernur memberikan klarifikasi.
Ungkapan Gubernur Kalimantan Barat yang menyebut istilah “Wartawan Bodrex” dalam sambutannya pada peringatan HUT Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalbar pada 8 Agustus 2025, menuai reaksi dari kalangan wartawan.
Para jurnalis merasa tersudutkan dengan pernyataan tersebut, mengingat peran wartawan selama ini yang tanpa lelah meliput dan mempublikasikan berbagai kegiatan pemerintah, termasuk program gubernur, hingga ke pelosok daerah.
Yayat Darmawi, SE, SH, MH, dari Sekretariat Bersama YLBH, LSM, dan Media yang berkantor di Jalan Prof. M. Yamin, Gang Bina Jaya, Kota Baru, mengatakan, ucapan tersebut kemungkinan muncul akibat semangat berlebihan dan adanya unsur emosionalitas terhadap personal wartawan tertentu.
“Sayangnya, kalimat itu disampaikan dalam forum resmi. Padahal, mestinya gubernur memanfaatkan momentum itu untuk merajut silaturahmi dan kemitraan dengan seluruh komponen wartawan, sehingga tercipta sinergi yang positif,” ujar Yayat.
Ia menegaskan, gubernur perlu memberikan klarifikasi agar jelas kepada siapa sebenarnya istilah “Wartawan Bodrex” itu ditujukan. “Jangan sampai membawa nama wartawan secara umum, karena kerja keras para jurnalis patut diapresiasi, bukan didiskreditkan,” tambahnya.
Menurut Yayat, bahasa yang bijak dan merangkul akan lebih efektif untuk mendukung program kerja pemerintah, karena publikasi dari wartawan berperan penting dalam menyebarkan informasi pembangunan ke seluruh Kalimantan Barat. (Abdul Muthalib)





