AKBP Bestiana, Kapolres Pesisir Barat: Polwan Cantik, Tegas, dan Berprestasi di Lapangan Tembak

93

dutapublik.com, PESISIR BARAT – Nama AKBP Bestiana tengah menjadi sorotan publik. Perwira menengah Polri ini resmi masuk dalam jajaran Polwan berprestasi yang dipercaya menjabat sebagai Kapolres Pesisir Barat, Polda Lampung. Kepemimpinannya menjadi bukti bahwa gender bukanlah penghalang untuk memegang tongkat komando di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Lahir pada tahun 1985, AKBP Bestiana kini berusia 40 tahun, usia yang tergolong produktif dan penuh energi untuk memimpin wilayah hukum yang strategis. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005, Batalyon Tathya Dharaka.

Sejak lulus dari “Kawah Candradimuka” Semarang, perjalanan kariernya terus menanjak. Bestiana dikenal memiliki dedikasi tinggi, disiplin kuat, serta rekam jejak kepemimpinan yang solid, khususnya di wilayah Polda Lampung.

Baca Juga:  Kapolri Listyo Sigit: Polisi Hadir Mengawal Demokrasi, Bukan Membatasi Kebebasan Berpendapat

Spesialis Lalu Lintas dengan Kemampuan Tempur

Sebagian besar karier AKBP Bestiana ditempa di bidang Lalu Lintas (Lantas). Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain:

Kasat Lantas Polres Lampung Barat (2013)

Wakasat Lantas Polresta Bandar Lampung (2013)

Wakapolres Pringsewu

Meski dikenal humanis dalam pelayanan publik, kemampuan tempurnya tidak bisa dipandang sebelah mata. AKBP Bestiana merupakan Polwan dengan keahlian menembak di atas rata-rata, terbukti dari berbagai prestasi yang diraih dalam kejuaraan menembak. Di balik sikap ramahnya, ia adalah sosok yang tangguh dan presisi dalam penggunaan senjata.

Baca Juga:  Polsek Cikarang Timur Gelar Police Goes to School di SDN 02 Hegar Manah dan SDN 04 Tanjungbaru

Penunjukan AKBP Bestiana sebagai Kapolres Pesisir Barat bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bentuk kepercayaan dan apresiasi Polri terhadap kemampuan Polwan. Di bawah kepemimpinannya, Polres Pesisir Barat diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, namun tetap tegas dalam penegakan hukum.

Kehadirannya menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia bahwa Polwan memiliki peluang yang sama luas untuk menempati posisi puncak kepemimpinan di daerah. (S.N)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *