dutapublik.com, MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyatakan komitmennya untuk mendorong dan memfasilitasi lulusan pondok pesantren agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, saat menghadiri Penamatan Kelas VII Angkatan ke-30 dan Wisuda Raudhatul Athfal ke-19 Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi Pj
Sekda Madina Afrizal Nasution, Plt Kepala Dinas Kominfo Muhammad Syail Lubis, Plt Kepala Dinas Pendidikan dr. Faisal Situmorang, Kabag Kesra Bahruddin Juliadi, Camat Tambangan Bahrain Daulay, serta Camat Kotanopan Enda Mora Lubis.
“Pemda Madina siap bekerja sama dalam memajukan pendidikan di kabupaten ini. Bagi anak-anak kami, ilmu yang didapat harus dijalankan secara konsisten,” ujar Saipullah.
Ia menjelaskan, Kabupaten Mandailing Natal membutuhkan sumber daya manusia yang unggul untuk mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut.
Karena itu, Saipullah mengajak para santri untuk terus menuntut ilmu agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya mengajak para santri untuk terus menuntut ilmu agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Menurutnya, pendidikan yang telah ditempuh para santri selama tujuh tahun di pesantren merupakan langkah awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bupati juga memberikan apresiasi
kepada Pondok Pesantren Darul Ulum yang dinilai konsisten mencetak generasi muda melalui pendidikan berbasis pesantren.
Darul Ulum diketahui menjadi salah satu pesantren tertua di Bumi Gordang Sambilan dan rutin menamatkan santrinya setiap tahun.
Saipullah berharap para santri yang telah lulus mampu menjadi generasi yang membanggakan, baik bagi pesantren maupun Kabupaten Mandailing Natal secara umum.





