dutapublik.com, BEKASI – Kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di kawasan Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni menegaskan bahwa laporan korban akan segera ditindaklanjuti.
Peristiwa tersebut dialami oleh Suryadi (31), warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur. Insiden terjadi di tribun timur Stadion Wibawamukti, Kampung Rawabenteng, Desa Sertajaya, pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) yang diterbitkan Polsek Cikarang Timur, korban mengalami luka memar dan bengkak pada bagian wajah serta mata sebelah kanan akibat dugaan aksi pengeroyokan.
Menurut keterangan dalam laporan polisi, kejadian bermula saat korban bersama seorang rekannya melintas menggunakan sepeda motor di kawasan stadion. Saat itu, topi milik korban terjatuh. Ketika korban turun untuk mengambil topinya, sejumlah orang tak dikenal tiba-tiba menghampiri korban.
Para pelaku diduga sempat melontarkan kata-kata kasar sebelum akhirnya melakukan pengeroyokan terhadap korban hingga terjatuh dan mengalami luka.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cikarang Timur dengan menghadirkan dua orang saksi, yakni Hardi dan Siska. Selain itu, korban juga melampirkan hasil visum et repertum sebagai barang bukti pendukung laporan dugaan tindak kekerasan tersebut.
“Semoga pihak aparat penegak hukum segera menangkap pelakunya dan segera memproses dengan cepat,” ujar korban.
Saat dikonfirmasi awak media terkait kasus tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni memastikan laporan masyarakat akan segera diproses oleh jajarannya. “Ok, segera ditindaklanjuti,” ujar Kapolres melalui pesan WhatsApp.
Kasus tersebut telah teregister dengan nomor LP/B/68/V/2026/SPKT/Sek Ciktim/Restro Bks/Polda Metro Jaya tertanggal 3 Mei 2026.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi serta memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait keamanan di ruang publik, khususnya pada jam-jam rawan. Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli serta mempercepat penanganan kasus guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Her)





