dutapublik.com, KARAWANG – Effendi alias Epen, dan istrinya bernama Ratna, warga Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diketahui selama ini merupakan sponsor dan sekaligus pemroses Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural Timur Tengah, dengan modus Visa Hospital Cleaner, yang ditempatkan ke negeri Abu Dhabi.
Korban dugaan kejahatan Tidak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Timur Tengah, yang dilakukan oleh Effendi Cs, diduga tidak sedikit jumlahnya. Pasalnya, sudah ada 2 (dua) orang PMI nonprosedural Timur Tengah, yang mana keluarga PMI tersebut mengadu ingin dibantu dipulangkan PMI tersebut, kepada Lembayung Senja Indonesia (SLI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Karawang, belum lama ini.
Sebelumnya, korbannya adalah, K (42), warga Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, sekira Juni 2026, diberangkatkan ke negara Dubai, Abu Dhabi. Kini, kembali muncul satu orang lagi yang jadi korban, yaitu DS (23), warga Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Anehnya, Effendi Cs, setelah semua dugaan kejahatan TPPO-nya terungkap, bukannya mempertanggungjawabakan perbuatannya, Effendi, malah diduga melakukan intervensi kepada keluarga PMI DS, dengan menantang keluarga PMI DS, untuk melapor kepada Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, melalui pesan suara aplikasi WhatsApp yang dikirimkan ke Ibunda PMI DS, yaitu R.
“Silahkan laporkan, Ros, ke Bupati. Ayo, bersaing siapa yang paling bisa? Berangkat si Pitri (DS_red), diizinin oleh kalian. Tidak perlu ribut. Kan, dari sana baru ada informasi. Tadi bicaranya tidak berdarah, si Pitri, hanya ada benjolan, kata dia Wasir. Kan, belum berobat. Tahu Ambeien, tahu bukan? Ayo, bareng-bareng. Pitri, ini obatnya, silahkan beli dulu obatnya. Jangan suka main vonis orang lain. Kemarin-kemarin pas dapat gaji, kemana? Malahan memblokir nomor. Giliran kesusahan baru ke saya. Ayo bareng-bareng, jangan begitu kalau jadi orang, jang belagu karena ketemu dengan pegawai. Saya gak takut dilaporkan juga. Ayo, saya tantangin. Ayo, bareng-bareng. Namanya juga dengan keluarga,” ujar, Effendi.
Effendi, menerangkan bahwa sebelumnya, DS, dinyatakan Vit, ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan di Indonesia dan di negara tempatan.
“Tadinya juga berangkat, beres. Minta izin ke kamu (Ros_red). Dimedikal, Oke Vit. Dimedikal di sana, Vit, bikin Igomah. Mana yang salah? Hanya ada kabar saja, si Pitri, kemarin-kemarin diblokir. Ngomongya tadi, si Pitri, katanya seperti Ambeien, Mang. Kata, Mang Epen, silahkan belajar dulu berobat, yaitu minum Teh Pahit. Ayo, cari solusi, jangan begitu. Kamu itu orang tua, jangan belagu hidupnya, ya. Ayo, bareng-bareng, bagaiman solusinya. Soalnya hasil medikalnya Vit, bikin Igomah, Vit. Kemarin-kemarin kemana saja, waktu anak dapat gaji terus. Jangan begitu, kan, berangkatnya juga bareng-bareng. Jangan saling menyalahkan,” terangnya.
Ditambahkan, Effendi, mengatakan bahwa Ibunda PMI DS, jangan belagu hidupnya.
“Ayo, silahkan. Sudah dikasih solusi, si Pitri, tadi. Gak usah belagu, nanti bakal ditampar. Jangan begitu hidpupnya, jangan belagu. Ayo, bareng-bareng, bagaimana caranya? Ayo. Sudah dikasih tahu, nanti bakal ada penerbangan. Siapa tahu nanti saya obatin, beli obat di sini. Sama si Sapi, juga pasti diobatin di sana. Jangan mau lapor ke Bupati, segala. Silahkan lapor ke Bupati, ayo. Pasang badan, Gua,” imbuhnya. (Nendi Wirasasmita)






