Saksi Bisu Bersejarah, Gedung Kewedanaan Rengasdengklok Dibiarkan Terbengkalai

949

dutapublik.com, KARAWANG – Sejarah singkat pada 16 Agustus 1945 masyarakat Rengasdengklok melakukan Penurunan Bendera Jepang di Kantor Kewedanaan Desa Rengasdengklok Selatan, Kamis (12/8).

Selepas itu kemudian dilakukan Upacara Penaikan Bendera Merah Putih yang bertujuan menurunkan Bendera Jepang dan melaksanakan Upacara di Kantor Kewedanaan Rengasdengklok.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan percepatan kemerdekaan kepada Soekarno dan Mohammad Hatta yang saat itu sudah berada di Rumah Dijauw Kie Siong yang tidak jauh dari Kantor Kewedanaan.

Saksi bisu ini merupakan bagian penting dalam sejarah Indonesia. Namun, kondisi Gedung Kewedanaan sungguh memprihatinkan. Gedung kewedanaan saat ini hanya digunakan sebagai tempat parkir liar dan tidak terawat fasilitasnya.

Bahkan ketika salah satu Anggota Dewan Pengurus Kecamatan menyambangi lokasi tersebut ditemukan botol minuman keras dan sampah yang berserakan dimana-mana di ruangan gedung tersebut.

Padahal, sebelumnya pernah ada Relawan Pemuda Rengasdengklok yang merawat area tersebut, kemudian sempat dijadikan Ruang Diskusi Kepemudaan, Event Kepenulisan dan lainnya. Tapi, seiring berjalannya waktu mereka tidak bertahan karena disebabkan oleh berbagai hal.

Melihat hal tersebut, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang, Guntar Mahardika, SH mengharapkan Pemkab Karawang lebih peduli lagi terhadap situs sejarah.

“Saya berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang lebih peduli terhadap Situs Sejarah khususnya di Rengasdengklok. Kalau boleh ngasih saran lebih baik untuk Gedung Juang atau Sarana Prasarana Kepemudaan nanti bisa juga kita adakan Kegiatan Seni, Budaya dan Theater di lokasi tersebut,” ungkap Guntar Mahardika, SM dalam keterangannya pada hari Rabu tanggal 11 Agustus 2021 kemarin.

Guntar juga mengatakan, sudah seharusnya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

“Saya yakin pasti akan lebih bermanfaat khususnya bagi pemuda agar lebih produktif ketika menuangkan ide serta gagasan untuk menciptakan kreatifitasnya,” tandasnya saat mengakhiri keterangannya. (Uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *