dutapublik.com, JAKARTA – Pemerhati keselamatan transportasi, Dede Farhan Aulawi, menegaskan pentingnya penerapan Scientific Accident Investigation atau investigasi kecelakaan berbasis ilmiah dalam mengungkap penyebab kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi.
Menurut Dede, setiap peristiwa kecelakaan kerap memicu berbagai spekulasi di ruang publik, bahkan dari pihak yang tidak memiliki kompetensi di bidang investigasi. Hal ini berpotensi menimbulkan distorsi informasi yang justru memperkeruh situasi. “Investigasi harus dilakukan oleh investigator bersertifikat yang memahami teknik dan metodologi. Prosesnya memang membutuhkan waktu karena tidak bisa dilakukan secara terburu-buru, melainkan harus berbasis fakta ilmiah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, pendekatan ilmiah tidak hanya bertujuan mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga mengungkap mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi hingga ke akar penyebabnya. Metode ini mengandalkan data teknis, rekaman sistem, serta kondisi lapangan secara objektif.
Dede memaparkan sejumlah aspek penting yang dapat diungkap melalui investigasi ilmiah, antara lain:
1. Analisis Sistem Persinyalan
Tim investigasi akan memeriksa kemungkinan kegagalan sinyal, kesalahan sistem interlocking, atau gangguan komunikasi antar stasiun. Jika sinyal menunjukkan jalur aman padahal terdapat kereta di depan, maka sumber masalah dapat ditelusuri dari perangkat maupun prosedur operasional.
2. Rekonstruksi Kronologi Kejadian
Melalui data black box, CCTV stasiun, pusat kendali perjalanan, serta komunikasi antara masinis dan pengatur perjalanan, penyelidik dapat menyusun urutan kejadian secara rinci, termasuk waktu perubahan sinyal hingga momen tabrakan.
3. Identifikasi Faktor Manusia (Human Factor)
Investigasi juga mencakup evaluasi terhadap kemungkinan kelelahan masinis, kesalahan interpretasi sinyal, keterlambatan pengambilan keputusan, hingga lemahnya koordinasi antarpetugas.
4. Pemeriksaan Faktor Eksternal
Adanya gangguan di perlintasan sebelum kejadian juga akan diteliti untuk memastikan apakah faktor eksternal tersebut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.
Dede menegaskan, tujuan utama investigasi bukan untuk mencari pihak yang disalahkan, melainkan menemukan kelemahan dalam sistem, desain operasional, standar keselamatan, serta prosedur darurat. “Melalui investigasi ilmiah, penyebab yang tampak di permukaan bisa ditelusuri hingga akar masalahnya. Dengan demikian, rekomendasi yang dihasilkan akan lebih tepat dan efektif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya. (Yasin Al Amin)





