Lanud Rsn Dan FASI Sukses Gelar Sertifikasi Basic Remote Pilot

387

dutapublik.com, PEKANBARU – Lanud Roesmin Nurjadin dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) sukses menggelar kegiatan Sertifikasi Basic Remote Pilot (BRP) Course FASI Bath-43 Tahun 2021 tempat di Ruang Rapat Arjuna Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru 20-21 November 2021.

Para peserta sertifikasi BRP ini berasal dari jajaran Lanud Rsn, Korem 031/ WB, Polda Riau, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru, PLN, PTPN V, PT RAPP, PT Sinar Mas serta Komunitas Drone di Provinsi Riau.

Komandan Lanud Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro, S.E., yang diwakili oleh Kadisops Lanud Rsn Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar pada acara pembukaan sertifikasi BRP mengatakan, penggunaan drone di masa depan akan semakin banyak. Oleh karena itu, regulasi drone harus disosialisasikan demi keselamatan dan keamanan bagi semua pihak.

“Lanud Roesmin Nurjadin sebagai pemegang otoritas pengawasan ruang udara, sekaligus juga pembina FASI Riau, yang menjadi wadah pembinaan komunitas pecinta olahraga dirgantara, memang perlu mensosialisasikan regulasi penggunaan ruang udara kepada masyarakat, agar ruang udara Riau terbebas dari pelanggaraan penggunaan drone yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan dan keamanan ruang udara,” ujar Adhi.

Pada acara penutupan Sertifikasi BRP, Komandan Lanud Rsn yang diwakili Kadispotdirga Lanud Rsn Kadispotdirga Lanud Rsn Kolonel Tek P. Siborom mengatakansesuai perintah pimpinan, Dispotdirga Lanud Rsn sebagai panitia penyelenggara sungguh berbangga dan bersyukur atas terselenggaranga kegiatan 2 hari ini.

“Dengan diberikannya ilmu dan pengetahuan kepada peserta sertifikasi BRP, tentunya dapat dijadikan suatu bekal ataupun menambah lisensi keterampilan dalam hal bekerja, selama dua hari ini tentunya dapat lebih mengerti memahami terkait dengan stardrisasi sebagai remote pilot drone,” kata Siboro..

Siboro mengatakan, dengan adanya pelatihan ini, semua pihak lebih sadar lagi dalam penggunaan drone ternyata tidak sembarangan tentunya dibatasi kewajiban standarisasi yang harus diikuti. “Selamat saya bangga kalian adalah insan-insan dirgantara seperti saat ini kami sebagai penyelenggara mengamati kalian adalah agen-agen dirgantara yang bisa digunakan suatu saat sebagai komponen cadangan,” ujarnya.

Di tempat yang sama secara virtual Paban II/Puanpotdirga Spotdirgaau Kolonel Pnb Agung Sasongkojati mengatakan, kepada para peserta BRP sudah dianggap menjadi penerbang, karena sudah menjadi bagian dari dunia penerbangan. “Suka tidak suka kalian sudah menjadi bagian dari komunitas penerbangan, dimana kita pelajari bahwa penerbangan adalah tidak jauh berbeda dengan bidang kehidupan yang lain dimana manusia menggunakan alat dan manusia menggunakan sarana prasarana yang bisa membuat pesawat dan menghasilkan karya-karya dan menghasilkan sistem kerja yang berbeda dengan ketika menggunakan media lainnya,” ujar Agung.

“Sertifikasi drone adalah salah satu upaya untuk mendorong penggunaan drone yang bertanggung jawab. Drone saat ini sudah bukan lagi barang aneh dan langka. Maraknya penggunaan drone di Indonesia tentu saja berpotensi menimbulkan ancaman kerusakan, baik bagi orang lain maupun bagi pilot sendiri,” jelasnya.

Kemudian Agung menambahkan, semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi keluarga, perusahaan atau bagi instansi dan organisasi yang lainnya. “Percayalah ini adalah langkah awal kedepan untuk menjadi sesuatu di masa depan bahwa pesawat tanpa awak adalah suatu kejadian di masa kini dan masa depan yang harus disiapkan dengan personil yang memahami aturan tentang penggunaan drone, sehingga tidak membahayakan keselamatan diri sendiri keselamatan orang lain dan tentu juga tidak membahayakan keselamatan bahaya bangsa dan negara,” sambungnya. (Erick)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *