dutapublik.com, PONTIANAK – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ibu Yessy Melania, S.E., ikuti Kegiatan Seminar Hari Ibu Tahun 2021, di Hotel Aston Jalan Gajah Mada Pontianak, Kamis (30/12).
Menurut Yessy Melania bahwa Hak-hak politik perempuan merupakan amanat
undang-undang tentang politik afirmasi (affirmative action) dengan kuota 30 persennya harus keterwakilan perempuan yang belum tertunaikan secara konsisten dari pemilu ke pemilu.
Dirinya juga menegaskan Nature Gender antara Perempuan dan Laki-laki, bisa sama-sama berperan dalam berpolitik yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (Pasal 2 dan Pasal 20), Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD. (Pasal 8, Pasal 53 & Pasal 55) dan UU MD3 No. 17 Tahun 2014.
“Peran Perempuan dan Parlemen atas Keterwakilan perempuan di DPR RI Sejak dari tahun ke tahun 2009-2014 dengan 18,04%, 2014-2019 dengan 17,86% Dan 2019-2024 terus meningkat 20,52%. Adanya Agenda politik perempuan di DPR RI juga mengawal dan membahas tentang undang – undang RUU P-KS, RUU Pemilu, RUU Partai Politik, RUU Pekerja Rumah Tangga, Perempuan di pimpinan alat kelengkapan DPR RI,” ujar Yessy.
Masih kata Yessy, dengab belajar dari keteladanan Pahlawan Perempuan maka Perempuan harus berdaya dan mandiri.
“Bagaimana menjadi Perempuan masa kini dan berdaya seperti para
Pahlawan Perempuan? Misalnya Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien dan Raden Dewi Sartika,” harapnya.
Legislator Fraksi NasDem ini, menambahkan agar perempuan masa kini bisa berperan dan memiliki Cita-cita, Berpendidikan, Gemar Membaca dan Menulis, Berani Ambil Tanggung Jawab, Bangun Jejaring dan Relasi, Resiliance, serta Berjuang dan Mandiri.
Kata Yessy, perempuan juga harus terlibat aktif di Masyarakat semisal PKK, Pengurus RT, dan terlibat dalam gerakan sosial, politik dan keagamaan dan aktif menyuarakan kepentingan perempuan.
Begitupun dengan kinerja Yessy Melania di Kalimantan Barat, sudah melibatkan Kader Perempuan dalam aksi Sosial di Daerah, Mengedukasi Perempuan Kalimantan Barat, Menjadi Teladan bagi Perempuan di Kalbar dengan menjadi Pemimpin DPW GP NasDem Kalbar serta melalui Program Pekarangan Lestari.
“Melalui Salam Restorasi Indonesia, dirinya ingatkan bahwa Partai NasDem, Konsisten memberikan ruang dan Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berperan melalui jalur politik. Ini merupakan peluang bagi seluruh Perempuan Indonesia. Mari bergerak dan gunakan kesempatan yang ada . Ajak sebanyak-banyaknya perempuan untuk sama-sama ambil peran dalam membangun bangsa sebagai perempuan hebat indonesia. Saya yakin perempuan Indonesia bisa,” tutupnya.
Pada seminar tersebut, dihadiri Ibu Garnita, Ibu Sekcam Sungai Raya, Mahasiswi, Pengurus DPD, Fraksi NasDem DPRD Kota Pontianak, Garnita Provinsi Kalbar, Camat, Ibu PKK, Ibu PGRI dan Ibu Perwakilan PMP. (Abshor)





