dutapublik.com, KARAWANG – Kontroversi ucapan Arteria Dahlan anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) yang meminta Jaksa Agung ST. Burhanuddin untuk memberhentikan Kajati karena menggunakan bahasa Sunda dalam rapat berbuntut panjang.
Sejumlah elemen dan tokoh masyarakat Sunda serta warga Jawa Barat yang merupakan mayoritas etnis Sunda mengecam pernyataan Arteria Dahlan tersebut.
Warga bersama tokoh dan elemen masyarakat secara bergelombang melakukan aksi demo di setiap kantor Bupati dan kantor DPRD di wilayah Provinsi Jawa Barat, mereka menuntut agar Arteria Dahlan dipecat karena dinilai sebagai anggota Dewan yang terhormat tidak sepatutnya mengeluarkan ucapan yang bernada SARA.
Kecaman juga datang dari internal PDI P sendiri, dilansir dari berbagai media, ketua DPD PDI P Jawa Barat Ono Surono mengecam keras ucapan Arteria Dahlan tersebut.
Sedangkan TB. Hasanuddin anggota DPR RI dari fraksi PDIP yang juga tokoh masyarakat Sunda mengatakan bahwa pernyataan Arteria Dahlan sudah melenceng dari ideologi partai PDIP yang nasionalis dan pluralis.
“Dia itu sudah Murtad dari ideologi partai PDI P yang nasionalis dan pluralis” kata TB Hasanuddin seperti dikutip dari salah satu media online.
Kerasnya kecaman dari elit PDI P Jawa Barat bukan tanpa alasan, selain mewakili kapasitasnya sebagai warga suku Sunda, namun ada hal lain yang sudah masuk hitungan mereka yakni manuver elit politik partai lain menjelang pemilu 2024.
Pernyataan Arteria Dahlan yang diduga telah menyinggung etnis Sunda karena dinilai Rasis menjadi santapan empuk para elit politik.
Seperti diketahui, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu Provinsi penyumbang suara terbesar bagi PDI P dalam setiap perhelatan pesta demokrasi selain Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Bali.
Dengan adanya polemik ini, para elit PDI P Jawa Barat khawatir hal tersebut akan berpengaruh terhadap perolehan suara pada pemilu 2024 nanti.
Kecenderungan tersebut bisa saja terjadi mengingat isu politik yang menyangkut isu SARA adalah komoditas politik yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat terutama masyarakat pedesaan.
Dan hal tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh elit partai lain untuk mendongkrak popularitas partainya. Meskipun keikutsertaan segelintir elit politik dalam demo tersebut mengatasnamakan etnis Sunda namun semua pasti memahami dibalik semua itu ada agenda politik terselubung yang mereka usung untuk kepentingan partainya dengan memanfaatkan situasi.
Sementara itu ketua PAC PDI P Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang Casmita Purmansyah dalam obrolan santai dengan media dutapublik.com mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyesalkan dan mengecam keras sikap yang telah diperlihatkan oleh Arteria Dahlan yang telah menyinggung perasaan suku Sunda.
lebih jauh Casmita memaparkan bahwa selama ini jajaran pengurus PAC PDI P Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang telah berusaha keras membangun komunikasi dalam upaya penggalangan massa dengan menggulirkan berbagai program ekonomi kerakyatan. Namun kerja keras tersebut telah dinodai oleh kader partainya sendiri.
“Selama ini jajaran pengurus PAC PDI P Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang sudah berusaha keras membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat melalui program ekonomi kerakyatan,”
“Namun kerja keras kami tersebut telah dinodai oleh ulah kader dari partai kami sendiri. Dan saya sebagai ketua PAC PDI P Kecamatan Jatisari sangat menyesalkan serta mengecam keras apa yang telah dilakukan oleh saudara Arteria Dahlan,” ketusnya.
Diketahui, Arteria Dahlan sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf kepada etnis suku Sunda atas ucapannya tersebut pada Kamis (22/1) di gedung DPP PDI P Jakarta Pusat.
Selain menyesali, Arteria Dahlan juga mengatakan akan bersikap hati-hati dalam berucap sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.(Endang Andi)





