dutapublik.com, CIANJUR – Kacang Kedelai sebagai bahan baku Tempe Tahu mengalami lonjakan harga dari Rp7.000/kg menjadi Rp11.000 Sampai Rp12.000/kg. Kenaikan tersebut sangat dikeluhkan oleh para pengrajin Tempe Tahu di Cianjur.
Hal itu yang dikeluhkan Budi (27), pengrajin Tempe warga kampung gayam kelurahan muka kabupaten Cianjur Jawa Barat.
Dikatakan Budi, dengan adanya kenaikan harga kedelai, Ia mengalami penurunan pendapatan mencapai 30%.
“Penjualan menurun sampai tiga puluh persen,” katanya pada Minggu (27/2).
Di tempat terpisah, Gunawan (35), warga Kampung Baru Pawenang Kelurahan Muka Cianjur mengatakan, Ia sudah selama 20 tahun jadi pengrajin Tempe, dengan adanya kenaikan harga kedelai berpengaruh pada produksi dan pendapatanmya menurun karena biaya produksi bertambah.
Ketika ditanya apakah pengaruh pada harga dan kualitas hasil produksi, Ia yang juga sebagai anggota KOPTI (Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia) Kabupaten Cianjur menerangkan, untuk harga relatif tetap, hanya saja ukurannya menjadi kecil dari biasanya, hal itu otomatis dilakukan untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan pokok. Namun demikian Ia tidak mengurangi atau merumahkan para karyawannya.
“Alhamdulillah untuk karyawan masih tetap diberdayakan, tidak dirumahkan. Karena untuk berbagi rezeki,” tandasnya.
Ia berharap kepada pemerintah, supaya adanya kesetabilan harga, stok bahan tetap terjaga dan jika ada kenaikan, jangan terlalu memberatkan pada pengrajin. (RS)





