dutapublik.com, CIANJUR – Robini (30), Korban Penganiayaan dan Pembacokan yang terjadi pada Minggu (27/3) dini hari, kini kondisinya sudah mulai membaik dan diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur.
Peristiwa pembacokan yang diduga dilakukan oleh segerombolan orang tidak dikenal tersebut, terjadi di Kampung Cijeler Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur Jawa Barat.
Informasi yang diperoleh, bahwa segerombolan pelaku tersebut selain melakukan pembacokan dan penganiayaan, mereka juga membabi buta merusak salah satu rumah warga, hingga kaca jendela dan pintu mengalami kerusakan.
Hal tersebut dibenarkan pemilik Rumah Eli Hayati (36). Ia mengatakan, bahwa segerombolan orang tersebut awalnya menendang pagar rumah dan masuk hingga merusak rumahnya dan memukul Robini (30) warga Dangdeur Jamali yang kebetulan tengah tertidur di teras rumah miliknya.
“Awalnya teriak dan saya gak tau nyari siapa. Mereka merusak jendela dan kaca dipecahin,” ungkapnya, di teras Rumahnya, pada Senin (28/3.
Eli menyebutkan, bahwa korban yang tengah tertidur langsung dipukulin dan dibacok kepalanya.
“Polisi yang datang ke TKP langsung membawa korban ke Puskesmas Rawat Inap Jamali. Namun harus dirujuk ke RSUD dan langsung dibawa ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” tutunya.
Di tempat terpisah, Kakak Korban Duhari (49), sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa Adiknya tersebut, mengingat adiknya tersebut tidak seperti orang pada umumnya.
“Kakaknya yang mengantar ke Rumah sakit, Robini mengalami robek di bagian kepala hingga 18 Jahitan. Alhamdulilah sudah membaik,” tuturnya.
Ia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi dan para pelaku dapat segera tertangkap.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,. Apalagi kan ini (Adik Saya) tidak seperti kita-kita. Saya pengen lingkungan aman,” harapnya. (Shd)





