Larshen Yunus: Mental Pemerintah Layaknya Badut

435

dutapublik.com, PEKANBARU – Akhir-akhir ini sudah terbaca dan terlihat jelas, bahwa sejatinya yang memainkan peran atas proses sandiwara di negeri ini justru Pemerintah.

Berbagai jenis isu dilempar dan disuguhkan layaknya umpan, agar konsentrasi rakyat dipecah belah. Kondisi ini memastikan, bahwa mental Pemerintah di negeri ini layaknya seperti Badut, bisanya menghibur walaupun dengan kualitas recehan.

Fakta menunjukkan, bahwa Pemerintah di Republik ini justru tunduk dengan berbagai macam kebijakan para Pengusaha. Yah benar saja, lagi-lagi tak salah kalau rakyat katakan Pemerintah kita saat ini seperti Badut.

Semenjak musim pandemi Covid-19 melanda dunia, yang juga meluluhlantakkan Republik Indonesia, maka saat itu juga perputaran ekonomi semakin amburadul, karena kapal induk sudah mulai oleng.

Demikian yang disampaikan oleh Larshen Yunus, selaku Ketua DPD KNPI Provinsi Riau dalam keterangan tertulisnya, pada Kamis (14/4).

“Hal itu saya pastikan lagi, tatkala terpilih dalam Musda Pemuda/KNPI ke-XVI di Hotel Grand Elite Pekanbaru sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, periode: 2022-2025. Semakin lama mesin kehidupan ekonomi di negeri ini mulai oleng. Apa-Apa mahal! Mulai dari Minyak dan Gas hingga kebutuhan pokok lainnya.”

“Sebagai Ketua KNPI Riau, saat ini saya ingin mengajak kepada seluruh pihak, agar jangan terjebak pada isu-isu murahan. Selain tidak produktif, isu tersebut juga berpotensi dapat memecah belah anak bangsa. Lalu, apakah yang mesti kita lakukan? Ketika kondisi tersebut benar adanya. Pemerintah bermain di ranah dan tataran sandiwara,” ujarnya.

Selain langka dan harganya mahal, lanjut Larshen, Bio Solar dan Minyak Goreng adalah satu contoh dari sekian banyak kasus yang mulai mencekik leher rakyat Indonesia. Berbagai macam isu dan Spekulasi dihembuskan, hingga akhirnya rakyat bingung dan cenderung semakin bodoh. Rakyat diperhadapkan dengan skema hidup yang sangat keliru, kenaikan BBM seakan menjadi rutinitas, hingga akhirnya kenaikan terjadi di sektor lainnya.

“Pemerintah dengan PD-nya bicara tentang Pancasila, namun nyatanya justru lemah disisi implementasi. Katanya sesuai UUD 1945, namun sampai saat ini masih banyak rakyat yang susah di atas rata-rata, hingga rumah tempat tinggalpun sifatnya hanya menyewa (ngontrak_red). Tanah, Air dan Kekayaan yang ada dikelola Pemerintah untuk kesejahteraan rakyat, faktanya justru dijadikan sebagai alat tipu-tipu, demi memperkaya diri sendiri dan kelompok para Badut.”

“Coba anda bayangkan, 70% dari APBN di negeri ini habis percuma untuk membayar ongkos. Mulai dari Gaji Pegawai, Gaji Para Pejabat hingga Gaji Profesi yang ibarat Kentut, tak kelihatan namun baunya terasa, yah ibarat Komisaris! Gaji besar namun Plproduktivitas tidak dirasakan. DPD KNPI Provinsi Riau melihat kondisi tersebut sebagai beban hidup yang mesti diperbaiki. Rakyat Indonesia harus dicerdaskan dengan berbagai Asupan Gizi, hingga akhirnya Proses Demokrasi benar-benar di letakkan dalam posisi yang terhormat,” katanya.

Menurut Larshen, rakyat harus mulai berani dengan sikap Auto Kritik. Kepedulian rakyat atas situasi dan kondisi negeri ini wajib digalakkan. Sehingga Pemerintah yang katanya Badut, dapat Intropeksi diri dan meng-evaluasi ke arah yang lebih baik lagi.

“Sekali lagi, di zaman 4.0 ini jangan lagi hanya berkutat dengan isu-isu murahan. Pertengkaran yang tak ada habisnya, di satu sisi Asing dan Aseng telah bersyubahat dengan pemerintah untuk menjadi Drakula Penghisap Darah Rakyat. Semuanya serba mahal! Rakyat justru kepanasan di ruangan yang ber-AC. Diskusi dan Perdebatan Ekonomi harus lebih diutamakan, agar rakyat tak terkecoh dengan berbagai macam Spekulasi Pemerintah.”

“Ayo Pemuda! Ayo Rakyat Indonesia Mari Peduli! Kalau bukan kita siapa lagi, Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Jangan biarkan penguasa dan pengusaha bersekutu dengan iblis, agar hidup di negeri ini benar-benar bergerak menuju yang lebih baik lagi,” teriaknya.

Diketahui, Larshen Yunus adalah Ketua DPD KNPI Provinsi Termuda se-Indonesia. Memulai karir di KNPI dari tingkat Pengurus Kecamatan, DPD II Kota Pekanbaru hingga akhirnya terpilih dan dilantik menjadi Ketua KNPI Provinsi Riau.

Dia adalah Alumni FISIP Universitas Riau, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) dan Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Ia juga adalah Langganan Pemenang Juara 1 di berbagai Lomba Karya Tulis Ilmiah ketika masih aktif menjadi Mahasiswa. Larshen konsisten mewakafkan diri menjadi Aktivis Anti Korupsi di Negeri ini. (Rahman)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *