dutapublik.com, PEKANBARU – Sebagai pengelola anggaran negara yang mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun, Kantor UPT wilayah IV (Rengat dan Tembilahan), Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, lebih suka berkantor di kawasan perumahan mewah di kota Pekanbaru, ketimbang harus berkantor di Kantor 9 Lantai Dinas PUPR-PKPP di Jalan SM Amin atau Arengka II, Kota Pekanbaru, maupun di wilayah Airmolek, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
“Kantor UPT Wilayah IV (Rengat dan Tembilahan) tersebut, diketahui saat ini berada di Perumahan Jasmine Siti Regency, Kelurahan Delima Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru,” kata Sekretaris LSM Penjara Kabupaten Pelalawan Anthon Mandala kepada tim awak media di Pekanbaru, pada kamis (14/4).
Ditambahkannya lagi, Kantor UPT wilayah IV (Rengat dan Tembilahan) Dinas PUPR-PKPP itu, terkesan diduga sengaja disembunyikan dan disalahgunakan oleh para oknum KUPT.
“Kita curiga dalam keberadaan kantor UPT tersebut, karena mirip seperti rumah biasa atau kantor Siluman, bukan sebagai Kantor UPT wilayah IV Dinas PUPR-PKPP Riau,” ujarnya.
Guna memastikan dugaan tersebut, lanjut Anthon yang juga merupakan Ketua KB FKPPI Kabupaten Pelalawan, bersama awak media mencoba menyambangi Kantor UPT tersebut yang berada di Perumahan elit Jasmine Siti Regency, Kelurahan Delima Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.
Saat hal ini dipertanyakan pada salah seorang Security yang tak ingin namanya disebutkan membenarkan bahwa rumah ini kantor UPT wilayah IV (Rengat dan Tembilahan) Dinas PUPR-PKPP.
“Benar pak, kantor ini Kantor UPT Wilayah IV (Rengat dan Tembilahan) Dinas PUPR-PKPP Riau dan juga menjadi kantor konsultan mereka,” terangnya.
Hal ini juga dikuatkan dengan pengakuan salah satu staf UPT wilayah IV (Rengat dan Tembilahan).
“Iya pak, ini Kantor UPT wilayah IV Dinas PUPR-PKPP Riau yang dikepalai Pak Sanusi Pane dan sekaligus juga kantor Konsultan,” jelasnya.
Tidak sampai di situ, ternyata di dalam rumah tersebut juga terlihat sejumlah pegawai ASN PUPR-PKPP Riau yang lagi ngobrol dan bekerja.
Karena itu, Anthon Mandala bersama awak media merasa kesal, karena dari sepengetahuannya, keberadaan kantor tersebut seharusnya di kota Airmolek Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, bukan di dalam kawasan Perumahan.
“Sepertinya pimpinan UPT Wilayah IV, PUPR-PKPP Riau ini sangat ahli dalam menghilangkan jejak, sehingga ketika terjadi permasalahan dipelaksanaan proyek, baik itu masyarakat maupun LSM dan Awak Media akan kesulitan untuk melakukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban, sehingga pemilihan lokasi kantor yang serba tersembunyi ada dugaan kuat untuk lari dari tanggung jawab pengawasan,” ungkapnya.
Atas temuan itu, Anthon mendesak Gubernur melalui Sekda SF Haryanto, S.T., M.T., agar mencopot jabatan kepala UPT wilayah IV (Rengat dan Tembilahan) PUPR-PKPP Riau, karena diduga sudah melakukan pembohongan publik dan pemborosan anggaran.
Ketika Kepala UPT Wilayah IV (Rengat dan Tembilahan) PUPR-PKPP Riau Sanusi Pane dihubungi di kantornya tidak ada. Begitu juga saat dicari kerumahnya. (Rahman)





