dutapublik.com, TANGGAMUS – Ruas Jalan Dadi Rejo-Banjar Negoro Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus belum genap 6 bulan direhab, namun sudah ada penampakan Aspal yang terkelupas dan berlubang hingga dikeluhkan masyarakat sekitar dan para pengguna jalan lainnya.
Pengerjaan ruas jalan Dadi Rejo-Banjar Negoro baru saja direhab di tahun 2021 Lalu yang menelan dana dari APBD Kabupaten Tanggamus hingga mencapai Rp5,2 Miliar rupiah. Yang lebih mirisnya lagi, ruas jalan yang baru direhab tersebut kini sudah berlobang akibat digali di sejumlah titik sepanjang jalan tersebut oleh pekerja perbaikan jalan menggunakan mesin penggali.
Masyarakat sekitar pun tidak tahu tujuan digalinya aspal tersebut, karena setelah aspalnya digali hingga kini tak kunjung diperbaik.
“Udah lama jalan itu digali Aspalnya hingga menyerupai lubang, kayaknya sudah ada sekitar 20 harian ruas jalan itu digali,” kata warga setempat, pada Minggu (24/4).
Pantauan di lapangan, terlihat sejumlah titik di ruas jalan tersebut ada bekas penggalian aspal, sehingga saat turun hujan tergenangi air menyerupai kolam.
Jumlah galiannya pun tidak sedikit, terpantau banyak lubang-lubang yang menganga setelah dilakukan penggalian namun belum juga diperbaiki dan lubang-lubang tersebut tidak diberi tanda ,sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan kecelakaan para pengendara khususnya pengendara motor. (Sarip)





