Lestarikan Budaya Lampung, Marga Liwa Semaka Adakan Tammatan Pencak Silat

649

dutapublik.com, TANGGAMUS – Adat istiadat dan budaya Lampung wajib dilestarikan sekalipun terkikis oleh zaman kekinian atau jaman now. Salah satu contoh Marga Liwa Semaka tetap gigih melestarikan seni budaya yang mereka anut secara turun temurun yang hingga kini tetap di lestarikan 

Dengan diadakannya Tammatan Pencak Silat dan Peresmian Sangggar Pencak Silat Pagar Ruyung Buay Nyekhupa Marga Negara Batin di bawah naungan Guru Besar Bapak Musoyri dan Bapak Lun sebanyak 32 orang anak didik bertempat di Lamban Gedung Sultan Batin Nyek dan Pa Semaka Pekon Negara Batin Kecamatan Kota Agung Barat . pada Sabtu (7/5).

Hadir pada kegiatan Tammatan tersebut Sultan Batin Putra Irwansyah pemangku Raja Raja Buay Nyekhupa Semaka, beberapa para kepala pekon Kecamatan Kota Agung Barat, dan para tokoh masyarakat, para pendekar pendekar pencak Silat Lampung, Mulli Mekhanai Marga Liwa Semaka, dengan disaksikan oleh para tamu undangan dan seluruh keluarga sanak famili marga Negara Batin.

Rensi selaku Kepala Bujang Marga Negara Batin menyampaikan Tammatan Pencak Silat Pagar Ruyung dan sekaligus silaturahmi bergilir dengan marga Liwa Semaka yang tersebar di beberapa Pekon di antaranya Pekon Negara Batin, Pekon Banjar Masin, Pekon Tanjung agung, Pekon Way Gelang, Pekon Tanjungan, Pekon Garut, dan Pekon Sinar Waya.

Sementara Sambutan dari Kepala Pekon Negara Batin Mirza dalam hal ini yang disampaikan oleh Sekretaris Desa Mahdin mengatakan atas nama pemerintahan Pekon Negara Batin mengapresiasi atas kegiatan Mulli Mekhanai (Kegiatan Bujang Gadis) Marga Liwa Semaka yakni Tammatan Pencak Silat Pagar Ruyung.

“Semoga kegiatan ini bisa kita lestari hingga akhir zaman,” imbuhnya.

Sementara Sultan Batin Putra Irwansyah Pemangku Raja Raja Buay Nyekhupa mengatakan bahwa kegiatan Butammat Sanggar Pencak Silat Pagar Ruyung yang diadakan oleh Mulli Mekhanai atau Bujang Gadis Marga Liwa Semaka, dapat dilestarikan secara turun temurun.

“Kesenian asal Lampung Barat hingga ke Semaka ini harus tetap kita lestarikan, saya berharap Mulli Mekhanai Marga Liwa Semaka tetap kompak, bersatu hingga akhir zaman,” pungkasnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *