dutapublik.com, PURWAKARTA – Adanya proyek pembangunan saluran air (drainase) di wilayah Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diantaranya titik pembagunan di desa Warungjjeruk, Galumpit dan desa Cadasmekar, menuai polemik.
Hal itu diungkapkan Usen, salah satu warga Kecamatan Tegalwaru. Menurut Usen, dalam pengerjaan pembangunan tersebut tidak jelas anggarannya dari mana dan siapa yang mengerjakannya.
“Karena di setiap titik lokasinya tidak disertai papan anggaran, sehingga masyarakat pun bertanya-tanya ke pihak desa setempat, karena dikira pihak desa yang sedang membagun dan dapat anggaran,” ungkapnya, pada Jumat (8/7) kepada awak media.
Selain itu, kata Usen, banyak warga yang menganggur ingin ikut kerja karena untuk mengerjaka saluran air banyak pekarja bangunan yang paham mengerjakan itu.
“Tapi tidak tau siapa pihak pemborong proyek tersebut,” ujarnya.
Sementara, kepala desa Cadasmekar Endin menjelaskan saat dikonfirmasi tentang pembagunan saluran air tersebut yang berada di wilayah desanya sampai saat ini belum tahu persis anggarannya dari mana dan tidak diketahui pemborongnya.
“Karena tidak ada yang datang ke pihak kami sampai sekarang pihak tertentu dalam pembangunan tersebut, sehinga kita pun kebingungngan jika ada yang bertanya-tanya pembangunan tersebut,” jelasnya. (Asep)





