Asroki Kader NU Kubu Raya Sesalkan Tindakan PBNU Caretaker PWNU Kalbar

571

dutapublik.com, KUBU RAYA – Kyai Asruki Katib Syuriah MWCNU Sungai Raya, menilai keluarnya surat keputusan caretaker terhadap PWNU Kalbar ini sangat aneh. Beredarnya surat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan nomor 105/A.II.04/07/2022 tanggal 1 Juli 2022 perihal penunjukan Caretaker Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat menuai polemik dan sangat disayangkan oleh beberapa pengurus NU di tingkat Cabang hingga Pengurus Majelis Wakil Cabang.

“Apa alasan dan tujuan PBNU mengeluarkan surat Caretaker ini masih jadi pertanyaan? Karena tidak ada kisruh dan panitia konferwil PWNU Kalbar melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai arahan PBNU meskipun konferwil tidak dilaksanakan sesuai jadwal. Kalaupun ada kisruh soal penolakan salah satu bakal calon tidak semestinya PBNU melakukan caretaker karena itu diluar konteks,” ujarnya.

Ia mengatakan, semua pihak jangan bermain-main dengan NU yang didirikan oleh para ulama ini.

“Karena dalam hal ini, tidak ada niat lain kecuali demi NU, Demi Muassis dan guru’guru kita semoga kita salah satunya santri yang diakui kelak sabagai santrinya Mbah Hasyim Asy’ari Aamiin. Kita harua kawal, saya ingat akan pesan guru saya ketika Jadi pengurus NU ada yang bermain main maka tanpa segan-segan untuk membentaknya,” pesannya.

Senada dengan hal itu, Kyai Sahir Mannani menyampaikan, bahwa salah satu diktum caretaker PBNU berpegang teguh pada AD ART NU. Namun, faktanya sudah ada upaya meminta usulan pencalonan nama Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) sebelum pelaksanaan konferwil.

“Seharusnya usulan nama-nama AHWA itu masuk saat konferwil berlangsung. Berarti kondisi ini sudah dianggap luar biasa oleh PBNU, Kok kesannya PBNU hari ini agresif ya,” cetus soaok yang juga selaku Pengamat NU dan Katib Syuriah Kubu Raya.

Namun dirinya menyerahkan sepenuhnya pada Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kubu Raya dalam mengambil keputusan yang terbaik menghadapi dinamika konferwil PWNU Kalbar ini.

“PBNU di awal masa khidmahnya sudah diuji. Baginya siapapun Ketua PWNU, semoga jajaran Syuriahnya bisa bersinergi dalam hal membumikan Aswaja di bumi Kalbar. Baik pertemuan para Kiai di tingkat Wilayah frekuensinya terus meningkat,” pungkasnya. (Shofy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *