dutapublik.com, GARUT – Beberapa orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga diberangkatkan secara ilegal oleh salah satu perusahaan penempatan pekerja migran indonesia (P3MI) ke Timur tengah, kini mendapat masalah di wilayah Saudi Arabia.
Dengan didampingi kuasa hukumnya para keluarga PMI itu akan melaporkan P3MI nakal tersebut ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Kepada awak media dutapublik.com, pada penghujung Juli 2022, Cecep Mimi salah seorang Suami dari Pekerja MigranĀ Asal Desa Sirnabakti Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut, Jawa Barat menceritakan, kalau Istrinya Elmi Triani yang menderita penyakit kronis dan sering pingsan saat bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi tidak kunjung dipulangkan, bahkan dipaksa untuk terus bekerja.
Dengan nada sedih, Cecep pun membeberkan kalau selama sakit di negara tempatan Saudi Arabia, istrinya harus mengeluarkan biaya sendiri jika mau berobat bahkan untuk hidup sehari-hari Cecep harus mengirim sejumlah uangĀ kepada istrinya di Sarikah Saudi Arabia. Suatu hal yang membuat Cecep khawatir akan kondisi istri tercintanya.
“Setahu saya Istri saya itu mengidap maag kronis hampir ke liver kalau gak sempat saya obatin, asmanya itu juga sering kambuh, kemarin juga sudah dibawa ke rumah sakit dan hasilnya itu sakit beneran,” ungkapnya.
Sementara itu, Elmi Triani Pekerja Migran malang yang kini terdampar di Saudi Arabia kepada posko pengaduan dutapublik.com, lewat video berdurasi 45 detik membeberkan kalau ibu muda itu terus gonta ganti majikan dan kembali ke penampungan dalam kondisi sakit parah. Elmi berharap agar sponsor yang dipanggil Bu Haji OY dari PT. Putra XX asal Cianjur segera memulangkan dirinya yang sudah tidak mampu untuk bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Saudi Arabia.
“Saya sudah bekerja tiga majikan, saya bolak balik kantor karena sakit saya mau pulang mohon bantuan ya saya mau pulang,” lirihnya.
Di tempat lain PT. Putra XX yang disebut paling bertanggung jawab dalam pemberangkatan Pekerja Migran Elmi Triani yang beralamat di daerah Condet Jakarta Timur saat dikonfirmasi tidak memberi jawaban, bahkan kepada media lain menyebutkan kalau masalah PMI tersebut sudah ditangani salah satu lembaga di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (Doel)






