Nasib PMI (58): Dea Sahara Sebut Data Paspornya Dipalsukan Ketua FPMI Karawang

867

dutapublik.com, KARAWANG – Dea Sahara wanita berkulit putih berusia 27 tahun diduga merupakan korban perdagangan manusia oleh para Sponsor/PT yang tidak bertanggung jawab.

Dea Sahara wanita asal Dusun Kepuhjaya Desa Kertamukti Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini telah menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Dia diduga dijual oleh sejumlah oknum untuk dipekerjakan di Arab Saudi.

Wanita ini juga mendapat penyiksaan dari majikannya selama ia bekerja di Negeri tersebut.

Ia menceritakan saat di Sarikah Muin (penampungan) dirinya sangat tersiksa oleh perlakuan pengurus Sarikah bahkan saat ia sakitpun tidak ada yang mengurus.

“Justru saya mendapatkan kata-kata yang tidak punya etika, bukan cuma saya bahkan teman-teman saya pun mendapatkan penyiksaan juga sampai saya melihat ada orang meninggal dunia terus jasadnya dilempar ke laut.”

“Dari pola makan pun sangat tidak layak 3 kali sehari pas waktu di penampungan giliran waktunya makan sering kali diterlambatkan oleh petugasnya,” ujar Dea Sahara kepada awak media dutapublik.com, beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com untuk menanyakan terkait pemalsuan paspor yang ia miliki, Dea mengaku data dirinya telah dipalsukan.

“Dari nama paspor sih jelas cuman bintinya beda,” urainya.

Saat awak media terus menelusuri adanya pemalsuan data terkait paspor, Dea Sahara menjelaskan bahwa yang membuatkan paspornya adalah Ketua FPMI (Forum Perlindungan Migran Indonesia) Kabupaten Karawang, yaitu H. Entang Sonjaya.

“Pak Haji Entang yang buat dan datanya pun tidak sesuai bahkan surat izin dari suami pun tidak ada dan tidak dibuatkan juga,” jelasnya. (Rahmat/Amin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *