Warga Cikidangbayabang Gruduk Kantor Desa Menyoal Fungsi Lahan Desa Seluas 13 Hektare

311

dutapublik.com, CIANJUR  – Puluhan warga menggeruduk kantor Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (10/8).

Kedatangan para warga tersebut  mempersoalkan kejelasan fungsi lahan desa seluas 13 hektare yang sudah lima tahun putus kontrak dengan pihak swasta.

Lahan seluas 13 hektare tersebut berada di RW 05 Kampung Babakan, Desa Cikidangbayabang. Aksi warga diduga karena terpicu adanya beberapa warga yang sudah menggarap tanpa ada musyawarah terlebih dahulu.

Koordinator aksi, Adam Buchori Muslim, di hadapan awak media mengatakan bahwa puluhan warga yang menggeruduk kantor desa Cikidangbayabang tersebut merupakan perwakilan kampung,  Tokoh pemuda dan warga beserta Ormas.

“Ada tiga poin yang kami sampaikan kepada pihak pemerintah desa, pertama menyoal lahan desa 13 hektare yang belum jelas fungsinya hingga saat ini,” katanya.

Warga menginginkan ada musdes dan perdes dan ingin diikutsertakan dalam menggarap tanah tersebut untuk bercocok tanam.

“Jangan sampai semuanya dikuasai pihak investor atau pengembang,” katanya.

selain menyoal kejelasan 13 hektare tersebut,  warga juga mengkritisi soal penyegaran Bumdes dan Penyegaran Karangtaruna.

Terkait kehadiran para warga ke kantor desa, Kepala Desa Cikidangbayabang Jenal Arifin, mengatakan bahwa warga yang datang ke aula desa, untuk menyampaikan aspirasinya terkait berbagai macam persoalan yang lebih dominan kepada tanah kas desa seluas 13 hektare.

“Tahun sebelumnya ada kerjasama dengan swasta namun sudah enam tahun putus kontrak, tanah tersebut memang belum dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Ia mengatakan, warga memohon untuk membuat peraturan desa tentang pemanfaatan tanah kas desa, warga ingin punya lahan garapan.

“Namun kami belum merespons sepenuhnya karena harus disinkronkan dengan undang undang dan peraturan untuk pembagian blok bercocok tanam,” katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, bahwa desanya mempunyai program tentang desa wisata dan program lainnya dan kebetulan tahun ini jalannya akan menembus tanah desa. (RS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *