dutapublik, CIANJUR – Tiga ruang kelas SDN Sukagalih, berlokasi Kampung Benda, Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat nyaris ambruk karena dimakan waktu.
Dengan Kondisi tersebut Para peserta didik terpaksa belajar ‘ngampar’ di Musala, Hal tersebut dilakukan karena untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan yang dapat mengancam keselamatan para peserta didik maupun pendidik selama pembelajaran berlangsung.
Ruang kelas yang nyaris ambruk tersebut adalah ruang kelas IV,V dan VI, sehingga para peserta didik ketiga kelas tersebut belajar di Lantai Mushala.
SDN Sukagalih Kecamatan Cikalongkulon sudah mengajukan bantuan selama dua periode kepala sekolah atau sekitar 10 tahun, namun hingga kini bantuan yang diharapkan tak pernah kunjung datang, sehingga keadaannya semakin memperlihatinkan.
Murid tiga kelas tersebut belajar ngampar secara bergiliran ada yang masuk pagi dan ada pula yang masuk pukul 10.00 WIB. Mereka mengaku tak nyaman dan cepat pegal karena belajar ngampar alias tidak duduk di kursi dan menulis di meja.
Pihak sekolah mengambil langkah tersebut setelah melakukan pertemuan Musyawarah dengan komite dan orang tua, untuk tidak menggunakan tiga ruangan kelas yang rusak tersebut, karena khawatir dengan keselamatan pesrta didik dan pendidik pada saat pembelajaran berlangsung.
Kepala SDN Sukagalih, H Wiwi Ruhiana SPd, saat ditemui dutapublik.com mengatakan sejak ia menjabat dua bulan lalu, ia langsung konsen dengan beberapa puing atap yang rapuh, langit-langit kelas yang bocor, dan keramik serta dinding kelas yang sebagian hancur.
“Dari informasi guru di sini sudah dua kepala sekolah mengajukan bantuan perbaikan, tapi tak kunjung juga diperbaiki, berarti sudah 10 tahun pengajuan bantuan disampaikan,” ujarnya, Senin (15/8).
Ia berharap tiga ruangan kelas tersebut segera mendapat bantuan perbaikan dari dinas karena murid sudah tak nyaman belajar di mushala setiap hari.
“Belajarnya bergantian, ada yang masuk pagi, ada yang olahraga dan ada yang belajar di musala, diatur seperti itu setiap hari agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung,” katanya.
Ia juga mengatakan, di tengah pemerintah Cianjur sedang mengejar indeks pembangunan manusia, fasilitas di sekolahnya belum menunjang bagi para peserta didik untuk dapat belajar dengan baik.
Wali kelas VI SDN Sukagalih, Cucu Samsiah SPd, mengatakan banyak keluhan yang disampaikan oleh muridnya ketika belajar ngampar. Selain dingin karena langsung bersentuhan dengan keramik banyak murid juga yang merasakan pegal-pegal.
“Iya keluhannya pegal-pegal karena menulisnya membungkuk ke lantai,” katanya.
Lokasi SDN Sukagalih berada di pinggir Jalan Alternatif Jonggol KM 1. Tak heran dengan posisinya yang strategis tersebut sering kedatangan tamu baik dari Cianjur maupun dari luar Cianjur.
Dua murid SDN Sukagalih, Anisa (12) dan Syifa Andriani (12) berharap kelasnya segera diperbaiki agar ia bisa belajar dengan fokus dan tak cepat merasa pegal.
“Iya kami ingin sekolah kami bagus lagi, belajar di sini cepat pegal karena membungkuk terus di lantai,” katanya.
Dari keterangan yang diperoleh bahwa sekolah tersebut terakhir mendapat sentuhan rehabilitasi pada tahun 2010. (Han/RS)


