Kecamatan Pakuniran Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke 77 Dengan Khidmat

655

dutapublik.com, PROBOLINGGO –
Kecamatan Pakuniran melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 pada 17 Agustus 2020 di halaman kantor Kecamatan Pakuniran, Rabu (17/8).

Peringatan detik-detik Proklamasi berjalan khidmat dan sukses, ditandai dengan membunyikan sirine selama satu menit, tepat pukul 10.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah Teks Proklamasi oleh Koordinator Pengawas Pendidikan Kecamatan Pakuniran Bpk Drs. Masyuri.

Dalam Upacara Peringatan HUT RI Ke-77 tersebut, bertindak selaku Inspektur Upacara Bapak Imron Rosyadi selaku Camat Kecamatan Pakuniran dan Komandan upacara Pembantu letnan Dua Humaidi dari Koramil 0820/17 Pakuniran

Peserta Upacara diikuti oleh Dewan Guru se-Kecamatan Pakuniran, Siswa Siswi sekolah di Kecamatan Pakuniran, Para Kepala Desa Se-Kecamatan Pakuniran, serta para tamu undangan lainnya.

Paskibra yang mengiringi upacara pengibaran bendera adalah perwakilan putra-putri terbaik dari MA Zainul Hasan 04 Pakuniran, yang telah mempersiapkan diri dengan latihan-latihan dari awal bulan Juli 2022.

Si penghujung upacara, panitia upacara mengumumkan peserta upacara terbaik yang diraih oleh SMP Ahmad Syarifudin dan langsung mendapat penghargaan dari Camat Pakuniran.

“Terima kasih banyak atas penghargaan yang di berikan bapak Camat Pakuniran terhadap para anak didik kami, selamat hari ulang tahun ke 77 kemerdekaan republik Indonesia Allah Akbar. Merdeka,” ungkap Ahmad Taufik Hidayat Guru SMP Ahmad Syarifudin.

Dalam pantauan wartawan media duta publik di barisan selatan paling barat LSM LIRA (lumbung Informasi Rakyat) nampak mengikuti upacara kemerdekaan.

Muhammad Aktifis LSM LIRA  mengucapkan Selamat merayakan Hari Kemerdekaan RI yang ke 77 untuk semua. “Kita sebagai generasi muda bangsa Indonesia janganlah sampai melupakan perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi mendapatkan kebebasan yang sekarang kita nikmati,” ujar Muhammad.

“Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke. Sekali merdeka tetap merdeka jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” jelas Muhammad saat ditemui wartawan. (Sinar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *