dutapublik.com, KALIMANTAN BARAT – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC-PMII) Kalimantan Barat tolak wacana pemerintah menaikkan BBM Subsidi, Rabu (24/08).
Penolakan tersebut dilakakun setelah PKC PMII Kalbar melalui Biro Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik yang melakukan diskusi dan kajian bersama kader PMII se-Kalbar di sekretariat PKC PMII yang beralamat di Gg. Sarikaton Komplek Raden Sukrisno No.11, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak.
Mustakim Lespatih, selaku biro hubungan pemerintah dan kebijakan publik mengatakan diskusi BBM subsidi ini bagian dari Uji Kelayakan sebesar mana penolakan atau penerimaan terkait wacana tersebut, dengan mengajak seluruh kader PMII kalbar, yang bertujuan melihat segala lini perspektif secara menyeluruh, baik itu dampak Perekonomian, pendidikan dan sebagainya.
Ketua PKC PMII kalbar M. Wahid Hasyim memberikan arahan dan kata pengantar diskusi ini bahwasanya wacana ini harus kita diskusikan bersama sehingga satu tujuan dan satu cita dengan apa yang di gaungkan oleh PB PMII hari yang menolak jika BBM Subsidi dinaikkan.
“Kita merupakan mahasiswa penyambung aspirasi masyarakat maka sebelum menanggapi segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat maka sangat perlu dan penting sekali untuk dikaji secara mendalam sehingga malahirkan buah pikiran dan pergerakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.
Dikatakan Mustakim, bahwa hasil dari diskusi tersebut para kader sepakat menolak kenaikan BBM Subsidi.
“Dengan melihat berbagai macam aspek dampak dari kenaikan BBM maka kami tadi sudah sepakat sangat menolak keras tentang rencana pemerintah untuk menaikkan BBM subsidi,” tegasnya. (Pathol).



