Unsika Bekerja Sama Dengan Forum PKBM Karawang Dan PKBM TSMD Selenggarakan Workshop Diseminasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

351

dutapublik.com, KARAWANG – Program Merdeka Belajar merupakan sebuah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim. Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa bisa memilih pelajaran yang diminati, hal ini dimaksudkan agar siswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya untuk bangsa.

Para Pengelola PKBM Foto Bersama Narasumber Workshop

Sejak pertama kali diluncurkan, Program Merdeka Belajar sukses meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.
Selain diterapkan di satuan pendidikan formal, Program Merdeka Belajar juga diterapkan di satuan pendidikan non formal atau pendidikan kesetaraan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan non formal tidak bisa lagi dipandang sebelah mata atau hanya sekedar pelengkap pendidikan formal. Karena pada kenyataannya seluruh proses belajar mengajar di pendidikan kesetaraan sudah sama dengan pendidikan formal.

Untuk lebih meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kualitas implementasi dari penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada satuan pendidikan non formal, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) pada Sabtu (27/8) menyelenggarakan Workshop Diseminasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada PKBM yang bertempat di PKBM TSMD Dawuan Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang.

Penyelenggaraan Workshop ini hasil kerjasama Unsika Karawang dengan Forum Komunikasi PKBM Karawang dan PKBM TSMD.

Pelaksanaan Workshop tersebut dihadiri oleh kurang lebih 30 orang yang berasal dari 11 Perwakilan PKBM , perwakilan mahasiswa Unsika, penilik Kesetaraan serta undangan lainnya.

Sedangkan narasumber yang menyampaikan materi pada kegiatan workshop tersebut yakni Dr. Safuri Musa (Dosen FKIP Unsika), Hj. Rahmi Jubaedah (Dosen Fakultas Hukum Unsika), Dr. Hj. Sri Nurhayati (Dosen Pendidikan Masyarakat IKIP Siliwangi) dan Dr. H. Asep Mulyana (Widyapraja Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat).

Umar Jihad yang mewakili Forum PKBM Kabupaten Karawang saat dihubungi awak media Dutapublik menjelaskan bahwa kegiatan workshop tersebut sangat membantu dalam memahami Pelaksanaan IKM di PKBM.

“Kegiatan workshop ini memiliki nilai positif bagi para pengelola PKBM dan sangat membantu dalam memahami serta melaksanakan IKM di PKBM,” katanya.

Selain itu Umar Jihad juga mengatakan bahwa di Kabupaten Karawang ini baru belasan PKBM yang sudah daftar IKM.

Sementara itu H. Endin Hasanudin selaku tuan rumah Pelaksanaan workshop mengatakan kegiatan workshop Diseminasi IKM merupakan hal positif dan perlu digalakan secara masif guna memenuhi kebutuhan pengelola PKBM dan tutor dalam melaksanakan pendidikan kesetaraan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

“Kegiatan workshop IKM sangat positif dan perlu di galakan secara masif guna membantu para pengelola dan tutor dalam melaksanakan pendidikan kesetaraan,” paparnya.

Lebih jauh H. Endin Hasanudin menyampaikan harapannya kepada seluruh pengelola PKBM untuk senantiasa memberikan layanan pendidikan kesetaraan kepada masyarakat dengan baik. “PKBM sekarang ini harus berkembang cepat dalam memberikan layanan pendidikan kesetaraan kepada masyarakat dan memiliki lulusan yang memiliki pengetahuan serta ketrampilan sehingga dapat bersaing di dunia usaha,” pungkasnya. (Endang Andi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *