dutapublik.com, KARAWANG – Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Karawang Jawa Barat, turut berdukacita atas wafatnya para Suporter dan petugas keamanan pada tragedi Kanjuruhan, Malang Jawa Timur.
Tragedi musibah yang membawa duka, atas meninggalnya 125 orang suporter di stadion Kanjuruhan Jawa Timur, merupakan catatan duka dalam persepakbolaan di negeri tercinta Indonesia, semoga peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang kembali.
Tragedi musibah dalam status resmi kompetisi di Kanjuruhan agar disikapi secara tegak lurus, bijak dan profesional oleh APH, serta semua pihak yang memiliki otoritas terkait.
Sekber Wartawan Indonesia minta pihak terkait mengevaluasi sebab dan akibat banyaknya korban, agar tidak menjadi noda hitam dalam sejarah persepakbolaan di Indonesia.
“Mudah mudahan tragedi Kanjuruhan betul-betul murni musibah, tanpa ada kelalaian dan kesalahan, ” harap Yusup.
Ditambahkan Yusuf, telisik dan selidiki penyebab terjadinya tragedi, yang menyebabkan banyaknya korban hingga terang benderang. Biarkan pihak yang berwajib dan terkait mengevaluasi, investigasi dan fokus pada tupoksinya, sehingga didapatkan kepastian apakah penyebabnya, bisa terjadi banyak korban yang meninggal dunia.
Sambungnya lagi, apakah ada kelalaian atau tidak, terus diperdalam, sehingga ada kepastian hukum ada atau tidaknya yang harus bertanggung jawab dari hasil pendalaman.
“Sekber Wartawan Indonesia Turut Berdukacita yang sangat mendalam dan mendoakan semoga para korban tragedi kanjuruhan Khusnul khatimah, dan Almarhum dan almarhumah diterima amal ibadahnya di sisu Allah SWT, dan bagi keluarga yang ditinggal diberikan Kesabaran Dan Ketabahan,” pungkas bah usup. (Bunsal).





