dutapublik.com, JAKARTA – Ketua LSM Konsumen Cerdas Hukum, Maria, menyayangkan sikap Jokowi yang enggan menindak pejabat eksekutif pemerintahan yang diduga melawan hukum. Maria menyampaikan, bahwa seorang anak kecil usia 15 tahun sampai berdemo dan mencari keadilan bagi ayahnya sedangkan Jaksa Agung Burhanudin yang diduga punya 3 identitas dengan 3 tahun lahir berbeda tidak diproses hukum.
“Apa Presiden Jokowi ga malu, diprotes anak 15 tahun tentang equality before the law, bahkan perjuangan Kate Victoria Lim ini diliput di media internasional, yaitu South China Morning Post. Negara luar menyoroti bagaimana Indonesia adalah “Mafia Den”. Inikah kesan yang Jokowi ingin negara asing pandang Indonesia?,” ujarnya, dalam press release balum lama ini.
Sebelumnya, Kate Victoria Lim mengadakan roadshow karena ayahnya diduga dikriminalisasi oleh oknum Kejaksaan terhadap perkara yang sudah incracth di MA tahun 2020. Namun, perkara yang sama disidangkan kembali oleh Jaksa karena Alvin Lim dengan Vokal menyebut Kejaksaan Agung sarang mafia. Perjuangan Kate diliput berbagai Youtuber ternama seperti Uya Kuya, Refli Harun, Akbar Faizal, Eros Djarot dan Susno Duadji. Bahkan ditulis oleh Dahlan Iskan, pendiri Jawa Pos sebagai pejuang paling berani melawan oknum Jaksa dan Polisi yang merugikan masyarakat.
https://www.scmp.com/week-asia/people/article/3200222/no-viral-no-justice-detained-indonesian-whistleblower-alvin-lims-teenage-daughter-leads-social-media
South China Morning Post menyebut bagaimana Indonesia menjadi Mafia Den di General Attorney Office, (Kejaksaan Agung sarang mafia) dan mendukung perjuangan Kate Lim mendapatkan keadilan.
Anggota DPR Fraksi Gerindra Desmond Mahendra pada kesempatan yang berbeda juga menyebutkan bahwa Mahkamah Agung juga menjadi sarang Mafia, dengan adanya 2 Hakim Agung tertangkap KPK. Pernyataan ini mendukung pemberitaan media bagaimana di jaman Jokowi aparat penegak hukum menjadi sarang mafia.
Maria mengimbau agar presiden bisa segera mengambil tindakan.
“Karena banyak orang berpandangan jaman Jokowi ini adalah jaman dimana penegakan hukum pada posisi kritis, hukum adalah panglima adalah teori. praktiknya uang adalah panglima, mafia hukum dan mafia peradilan berjamuran. Pengacara Alvin Lim, satu-satunya yang berani berujar lantang dan membayar mahal dengan dipenjarakan.”
“Tidak ada kebebasan berpendapat di Indonesia, hanya kiasan saja. Jika Jokowi tidak segera bertindak maka roadshow Kate Lim akan semakin menimbulkan stigma buruk masyarakat tentang kinerja pemerintahan Jokowi dan berimbas kepada politik dan pemilu yang akan semakin panas. Kelemahan penegakan hukum akan menjadi titik celah kejatuhan partai pendukung pemerintahan,” imbuhnya. (Red)





