Kelangkaan Pupuk Subsidi Di Wilayah Kecamatan Kutawaluya Dipertanyakan, Pegawai BPP Sebut Kuota Tahun 2022 Habis

384

dutapublik.com – KARAWANG – Di Kabupaten Karawang khususnya di wilayah Kecamatan Kutawaluya saat ini para petani sangat kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi.

Akibat dari langkanya pupuk, para petani di wilayah kecamatan kutawaluya khususnya di Desa Mulyajaya terancam akan mengalami gagal panen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Mulyajaya Ndang Macan Kumbang mendatangi kantor BPP Kutawaluya, bermaksud pertanyakan kuota pupuk subsidi untuk petani yang hingga kini belum tersalurkan oleh pihak distributor di desanya.” Senin (12/12).

Menurut Ndang, pupuk merupakan salah satu elemen dasar yang paling penting dan dibutuhkan oleh para petani. Pasalnya, berkat bantuan pupuk yang tercukupi tanaman padi maupun jenis tanaman lainnya jelas akan tumbuh subur dengan baik.

Ia juga mengungkapkan, para petani di Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, khususnya petani yang ada di wilayah desa Mulyajaya khawatir gagal panen, lantaran kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

Mendengar keluhan para petani di desanya, Ndang, bersama aparat desa Mulyajaya, mendatangi pihak BPP Kutawaluya, untuk mempertanyakan kendala penyaluran pupuk subsidi tersebut.

Ndang mengaku, pupuk adalah unsur yang menjadi satu kebutuhan penting dan paling utama bagi para petani di desanya.
Sebab kebanyakan warganya mayoritas sebagai petani, yakni petani padi.

“Namun entah kenapa hingga saat ini belum ada jawaban dari pihak BPP, seakan kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Karawang terkesan tidak serius dalam pengawasan, melalui BPP Kecamatan Kutawaluya.” imbuhnya.

“Semalam datang pupuk, katanya kelebihan dari kecamatan lain, tapi mengapa kecamatan lain kelebihan pupuk subsidi, sedangkan kecamatan Kutawaluya kekurangan pupuk subsidi.” ujar Ndang dengan nada heran.

Salah seorang petani di Desa Mulyajaya Darwa mengatakan, setiap kali memasuki musim tanam padi pihaknya sangat sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Padahal dirinya sudah membawa kartu keluarga sebagai syaratnya, namun tetap saja tidak mendapatkan karena sudah habis kuotanya.” kata Darwa.

Sementara itu, menurut pegawai BPP Kecamatan Kutawluya, pupuk subsidi di tahun 2022 untuk Kecamatan Kutawaluya itu sudah habis kuotanya.

“Kebutuhan pupuk selama 1 tahun yang sudah di buat RDKK nya itu untuk tingkat Kecamatan, bahkan untuk kebutuhan yang diajukan itu sudah 100%, akan tetapi itu di potong 40% oleh Kementrian, jadi di sini hanya dapat 60% saja dan itu untuk kebutuhan dua musim.” kata Pegawai BPP Kutawaluya.

Dia juga menjelaskan, kelangkaan pupuk subsidi ini terjadi lantaran permintaan di tingkat petani lumayan cukup tinggi, sementara kuota yang tersedia itu terbatas.

“Memang masih banyak petani yang belum terbantu. Kita bangun komunikasi dengan baik kemudian kita fokus sesuai kuota yang ada untuk mempertegas, agar tepat waktu pada tingkat penyalur, kios atau pengecer.” pungkasnya.

Terkait permasalahan ini tidak hanya mendatangi ke BPP Kutawaluya saja, Kepala desa Mulyajaya Ndang macam kumbang juga mendatangi kantor Kecamatan Kutawaluya.

Dikarenakan Camat Kutawaluya tidak berada di tempat, maka kehadiran Ndang Macan kumbang di sambut baik oleh Sekcam Kutawaluya.

Sekcam Kutawaluya berjanji akan menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi ini dengan berkoordinasi kepada pihak BPP. Dan saat ini juga sekcam akan berkordinasi dengan pihak dinas Pertanian agar permasalahan ini cepat selesai. (SI). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *