dutapublik.com, CIREBON – Muftikha, yang akrab disapa Futik, merupakan salah satu talenta muda asal Kota Cirebon yang patut menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Berkat kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi, Putik berhasil menorehkan berbagai prestasi di bidang akademik, seni, dan keagamaan sejak usia sekolah.
Beragam prestasi telah diraih Futik, di antaranya menjadi juara Pildacil tingkat nasional, juara Murotal tingkat Provinsi Jawa Barat, juara Tilawah tingkat kabupaten, serta meraih sejumlah gelar Solo Vocal tingkat provinsi. Futik juga mencatatkan prestasi pada ajang Go Talent yang diikuti peserta dari tujuh negara, membuktikan kemampuannya bersaing di tingkat internasional.
Di bidang pendidikan, Futik pernah menjadi Juara Solo Vocal FLS2N tingkat SMP Provinsi Jawa Barat, Juara Solo Vocal FLS2N tingkat SMA Kabupaten, serta meraih prestasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika. Tak hanya itu, ia juga berhasil mempertahankan peringkat pertama di sekolah sejak jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Selain berprestasi di bidang akademik dan seni, Futik juga memiliki bakat di dunia modeling. Ia berhasil meraih berbagai penghargaan dalam ajang catwalk dan semakin dikenal publik setelah tampil di sejumlah media nasional maupun daerah, seperti Indosiar, MNCTV, TVRI Bandung, RCTV, dan RRI.
Kini, Futik kembali mengharumkan nama Kota Cirebon dengan terpilih sebagai Finalis Jaka Rara Kota Cirebon, sebuah ajang yang menjadi wadah generasi muda berprestasi untuk mempromosikan budaya, pariwisata, dan potensi daerah.
Ketua DPD AWNI Jawa Barat, Piryanto, menyampaikan apresiasi atas berbagai pencapaian Futik. Menurutnya, prestasi yang diraih Futik layak mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah agar semakin banyak generasi muda yang termotivasi untuk terus berkarya.
“Futik adalah contoh nyata bahwa anak daerah mampu berprestasi di berbagai bidang, mulai dari akademik, seni, hingga keagamaan. Pemerintah seharusnya memberikan perhatian dan dukungan kepada generasi muda berprestasi seperti Futik agar mereka dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ujar Piryanto.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya berupa penghargaan, tetapi juga pembinaan, kesempatan mengembangkan potensi, serta fasilitasi untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan sederet prestasi yang telah diraih, Muftikha atau Futik diharapkan terus menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia. Kisah perjuangannya membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar mampu mengantarkan seseorang meraih prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (Haryudi)





