Adukan Nasib Sengsara Sebagai PMI Ilegal, Ebah Malah Dicaci Sindikat TPPO

533

dutapublik.com, BOGOR – Kekerasan,  pengancaman dan penyekapan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) merupakan hal yang marak dan seringkali PMI berada dalam posisi tidak berdaya. Pasalnya PMI berada dalam posisi sulit sebagai budak belian yang diperhadapkan dengan majikan.

Salah satu PMI yang saat berada dalam kondisi tidak berdaya bernama Ebah salah satu warga Desa Gorowong Kabupaten Bogor.

Ebah menceritakan keadaan yang sangat pahit yang saat ini ia alami di negara tempatan kawasan timur tengah. Tiada upaya untuk mengadukan kepada pihak terkait. Oknum sponsor yang seharusnya bertanggungjawab justru mencaci maki Ebah.

“Saya disiksa pak, saya dipukulin sama majikan bahkan saya lagi sakitpun tidak dibelikan obat,” ujarnya sambil menangis saat dikonfirmasi oleh tim awak media dutapublik.com.

Ebah mengaku tidak ikhlas dengan statusnya sebagai PMI ilegal. “Saya dibuatkan visa jiarah saya ingin pulang tolongin saya pak, saya sudah ngabarin sponsor saya tapi justru dia mencaci maki saya,” ujar Ebah.

“Kamu kira ke saudi naik angkot kamu bisa mulangin uang fee ga Rp6 juta kamu bisa ganti uang tiket ga kamu bisa ganti uang hendel ga kamu bisa bayar uang visa ga kamu bisa bayar uang karantina ga kamu pikir semua itu gratis dibilang kalau mau pulang beli tiket sendiri duit malah buat bayar hutang banyak hutang tapi belagu,” ujar Sponsor saat mencaci maki Ebah via WhatsApp. (Rahmat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *