Suami Korban TPPO Ancam Tempuh Jalur Hukum, HT Si Oknum Sponsor Bukannya Minta Maaf Malah Ngegas Ke Wartawan


dutapublik.com, PURWAKARTA – Seolah tiada henti rintihan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negara penempatan Timur Tengah yang hingga saat ini masih dalam situasi moratorium. Tindakan kurang manusiawi terus terhembus dari suara pilu para pahlawan devisa yang diduga kuat diberangkatkan secara ilegal tersebut.

Adalah Siti Nurhasanah (22), warga Desa Liunggunung Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat yang mengadukan kisah pilunya di Sarekah Almawarid Saudi Arabia kepada awak media dutapublik.com. Ia menceritakan jikalau dirinya sekarang dalam kondisi sakit untuk kedua kalinya setelah dirawat di sebuah Rumah Sakit, kini Ibu Muda itu mengalami kecelakaan kerja,  kaki terkilir hingan mengalami luka.

Namun sayang, petugas sarekah yang seyogyanya melayani dan membantu merawat kesembuhannya malah sebaliknya, setiap hari menghardik Siti agar segera bisa bekerja dan terus bekerja, tanpa peduli derita yang di alami sang pekerja migran tersebut.

“Kaki saya keseleo jatuh dari tangga majikan dan sekarang belum sembuh tapi tetap dipaksakan kerja terus, saya minta tolong saya gak sanggup lagi untuk bekerja,” keluhnya.

Sementara itu Jana (25) suami Siti Nurhasanah yang sudah menguasakan pengurusan istrinya tersebut ke sebuah Lembaga Bantuan Hukum menegaskan kepada semua yang terlibat dalam pemberangkatan istrinya segera bertanggung jawab untuk memulangkan Siti Nurhasanah.

“Istri saya di sana sudah dua kali mengalami sakit saya sangat khawatir karena biaya pengobatan harus ditanggung Istri saya semua dan saya harap yang pemroses istri saya segera memulangkan ya kalau tidak kita mau ambil jalur hukum,” tegas Jana, Senin (2/1).

Hj. T Pemroses Siti Nurhasanah PMI Asal Purwakarta

Hal yang janggal terdengar dari sanggahan Hj. T, warga kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta yang diduga berprofesi sebagai perekrut/sponsor dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT. Bahana. Hj. T yang diduga paling bertanggung jawab dengan pemberangkatan Siti Nurhasanah tersebut, memberikan tanggapannya dengan pongah dan nada tinggi kepada awak media melalui media WhatsApp. Hj. T mengatakan kalau TKW tersebutlah yang gak mau kerja. “Oh TKW yang gak mau kerja, saya bukan pemroses tapi sekedar pengantar anda siapa itu saudara saya suaminya akan saya panggil,” ucap Hj. T dengan nada tinggi. (Doel)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *