dutapublik.com, TANGGAMUS – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) distrik Kabupaten Tanggamus, Amroni angkat bicara atas terjadinya kekerasan terhadap wartawan oleh Kepala Pekon Way Nipah.
Menurut Amroni jika seorang pejabat belum siap untuk diberitakan terkait kenerjanya mendingan gak usah jadi pejabat kerena setiap pekerjaan yang masuk dalam instansi pemerintahan itu pasti ada tantangan dan resiko, apalagi sebagai Kepala Pekon, yang bersentuhan langsung dengan Dana Desa, uang itu uang negara uang masyarakat juga, beda halnya kalau uang warisan dari orang tua atau nenek moyang kita sendiri.
“Dan saya juga sangat menyayangkan seorang Kepala Pekon bersipat arogan dengan wartawan di depan umum bahkan sampai-sampai lepas baju sambil teriak teriak ngajak wartawan brantem, kalau saya nilai prilaku seperti itu betapa kerdilnya pemikiran seorang pemimpin. Dibilang orang hebat gak, apalagi mau dibilang jagoan itu masih jauh, kalau saya bilang Kepala Pekon kaya gitu, itu yang dinamakan seorang pemimpin konyol,” tegas Amroni pada Kamis (2/3).
Lanjut Amroni, selaku Ketua GMBI distrik Kabupaten Tanggamus saya sangat setuju dan mendukung penuh korban yang sudah melaporkan permasalahan ini ke Polres Tanggamus kita akan tunggu proses hukumnya, kerena tidak ada yang namanya kebal hukum. Jangan kan sekelas Kepala Pekon sekelas Gubernur dan Bupati saja banyak yang di kerangkeng bahkan bagaimana lagi hebatnya Sambo tetap masuk bui.
“Kenapa saya bilang gak ada yang kebal hukum, kerena negara kita negara hukum. Jadi atas dasar itu lah semua warga negara yang telah terbukti melanggar hukum ya wajib dihukum sesuai dengan undang undang yang berlaku, Namun dalam hal ini yang paling saya sayangkan satu orang Kepala Pekon yang berbuat arogan semua Kepala Pekon pun tercoreng apa kah ini bertanda buruk bagi Kepala Pekon di Kabupaten Tanggamus,” imbuh Amroni.
Amroni menambahkan yang jelas sikap GMB distrik Tanggmus tetap mendukung dan akan selalu memantau kasus ini,
“bahkan bila perlu kita desak APH dalam hal ini Kepolisian untuk segera memproses kasus ini dan menetapkan tersangka kerena persoalan ini sudah menyangkut profesi jurnalis,” tambahnya.
“Yang jealas GMBI distrik Tanggamus sangat tegas melok sipat arogan seorang pemimpi, sudah bukan zamannya lagi adu otot dan bukan tempatnya mau jago jagoan ini sudah zaman Nau bro bukan zaman purba tidak ada lagi adu otot yang ada adu otak, ” pungkas Amroni. (Sarip).


