Toko Bajunya Penuh Debu, Warga Brani Wetan Tolak Kompensasi Beras Dari Penambang Tanah Urug

415

dutapublik.com, PROBOLINGGO – Salah satu warga Desa Brani Wetan Kecamatan Maron menolak kompensasi beras yang diberi oleh penambang yang ada di daerah Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Penambang tanah arug membawa hasil tambangnya untuk dikirim ke Proyek Strategis Nasional Tol Probowangi dengan menggunakan dump truk tronton, Jumat (22/09/2023).

Dengan adanya dump truk tronton pengangkut Tanah Urug dari tambang Desa Condong sangat berdampak negatif bagi masyarakat khususnya pengusaha toko baju yang terletak di Desa Brani Wetan bernama Fausi. Selain menghambat bagi pengendara lain, juga berdampak negatif bagi masyarakat khususnya yang bertempat tinggal di pinggir jalan.

Selain mengakibatkan jalan rusak, Juga mengakibatkan pipa air PDAM yang dipendam di pinggir jalan bocor, parahnya lagi, debu yang berterbangan bisa mengakibatkan penyakit bagi warga masyarakat. 

Setelah blokade jalan sesi ke dua pada hari Jum’at tanggal 21 September 2023, warga masyarakat Desa Brani Wetan diberi kompensasi beras sebanyak 5 kg per kepala keluarga. Namun beda dengan satu warga Brani Wetan yang satu ini, Fauzi yang mempunyai usaha baju dan sandal menolak dan mengembalikan kompensasi beras.

Fauzi pengusaha baju dan sandal mengatakan bahwasannya dia mengembalikan beras karena tidak wajar dengan apa yang dia dapatkan dengan ramainya truk tronton yang lewat.

“Saya kembalikan beras nya, saya tidak butuh beras, karena usaha saya baju dan sandal itu penuh dengan debu yang diakibatkan oleh dump truk tronton yang melintas. Masak baju dan sandal mau dicuci, sedangkan proyek tol ini kan masih lama, kami sangat mendukung percepatan jalan tol, oleh sebab itu, saya berharap, pihak penambang dan yang lain, saya mohon solusinya bagaimana? kalau hanya cuman disiram, saya rasa percuma, karena tak lama kemudian kering lagi,” jelasnya. (SNR)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *