dutapublik.com – BLORA Kapolsek Jati AKP Eko Adi Pramono, S.H., M.H., bersama Kanit Sabhara dan Bhabinkamtibmas Desa Doplang menyambangi industri rumahan pabrik pembuatan tahu milik Lasdi, di Desa Doplang, pada Selasa (4/5).
Pemilik pabrik tahu diimbau untuk selalu jaga kebersihan terutama limbah tahu jangan mencemari lingkungan, mengutamakan keselamatan para pegawainya serta tetap mempertahankan mutu tahu buatannya jangan sampai hanya tergiur keuntungan yang banyak mengabaikan kesehatan para konsumennya dengan mencampurkan borax, zat kimia atau bahan pengawet lainnya yang berbahaya ke dalam tahu.
Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, S.I.K., melalui Kapolsek Eko Adi Pramono menerangkan, bahwa Kegiatan ini sebagai wujud kehadiran Petugas Kepolisian di tengah-tengah masyarakat untuk mendukung pelaku UMKM Mikro. Salah satunya adalah pabrik tahu tradisional, agar terus semangat berkarya ditengah pandemi Covid-19. Selain itu kedatangan Petugas sekaligus menyampaikan edukasi protokol kesehatan.
“Kita berikan semangat kepada Pemilik dan para karyawan. Kemudian tadi juga kita sampaikan untuk pemasaran tahu mungkin bisa mencoba dipasarkan melalui online, seperti ditawarkan melalui media sosial. Karena eranya sekarang adalah era media,” ucapnya.
Kapolsek menambahkan, dengan adanya internet, seluruh elemen masyarakat harus bisa mengikuti perkembangannya. Ia mencontohkan, sekarang banyak jual beli dengan sistem online dan sistem COD, di mana pelanggan jadi lebih mudah untuk mengakses kepada penjual barang.
“Semoga usaha pabrik tahu milik Bapak Lasdi bisa berkembang dan makin banyak pelanggannya,” ujarnya.
Sementara itu, Lasdi, pemilik pabrik tahu menanggapi positif semangat dan masukan dari Kapolsek Jati. Ia akan mencoba mempromosikan produk tahu miliknya melalui internet.
“Selama ini kami pasarkan manual hanya di pasar saja, mungkin nanti akan kita coba saran dari pak Kapolsek tentang pemasaran online,” kata Lasdi.
Lasdi menuturkan, bahwa selama musim pandemi Covid-19 pemasaran tahunya sempat menurun. Namun demikian, saat bulan Ramadhan mulai stabil kembali.
“Kemarin sempat menurun. Alhamdulilah di bulan Ramadhan kembali stabil, mungkin efek kebutuhan konsumsi lauk tahu ataupun tempe dari warga mulai meningkat untuk kebutuhan buka puasa ataupun sahur,” tandas Lasdi. (ysn)





