dutapublik.com, MAJALENGKA – Ketua Umum FRN, Agus Flores, menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah Cikeruh, Kabupaten Majalengka. Ia bahkan menantang Kapolres Majalengka untuk berani mengambil langkah tegas dengan menutup aktivitas tambang ilegal tersebut.
Dalam pernyataannya, Agus Flores menegaskan bahwa penanganan tambang ilegal tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian semata. Ia menyebut adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum, mulai dari aparat, ASN, hingga purnawirawan TNI, yang dinilai turut memperkeruh situasi di lapangan.
“Seharusnya TNI mendukung penuh program Presiden Prabowo dalam memberantas tambang ilegal, bukan justru membuat persoalan baru. Jangan sampai kepolisian terus menjadi kambing hitam karena enggan terjadi benturan di lapangan,” ujarnya.
Agus juga mengaku memiliki pengalaman langsung menghadapi situasi berbahaya saat melakukan kontrol sosial di lokasi tambang ilegal. Ia menyebut pernah dua kali mengalami intimidasi hingga ditodong di lapangan.
“Ini bukan persoalan kecil. Saya bekerja 1×24 jam dan berkeliling Indonesia, serta memiliki rekam jejak bersama keluarga besar TNI-Polri. Bahkan masih ada yang aktif di struktur strategis. Karena itu, saya berharap institusi TNI dan Polri tetap solid dan kompak mendukung kebijakan negara,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan oknum-oknum yang diduga membekingi tambang ilegal sangat merugikan citra institusi. Menurutnya, tindakan tersebut mencoreng nama baik TNI sebagai lembaga yang seharusnya menjaga kedaulatan dan kehormatan negara.
“Leluhur ABRI dan TNI tentu akan merasa malu jika melihat kondisi ini. Mari kita bersatu mendukung Presiden Prabowo demi kepentingan bangsa dan Merah Putih,” pungkas Agus.
Isu tambang ilegal di Majalengka sendiri hingga kini masih menjadi perhatian publik, terutama terkait penegakan hukum serta dugaan keterlibatan berbagai pihak yang seharusnya menjaga ketertiban dan hukum. (Uya/Asep Surahman)





