dutapublik.com, MINAHASA – Aksi demo yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam GERMAS di Kantor DPRD Minahasa mengakibatkan kaca kantor pecah, Kamis (17/10/2024).
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Minahasa (GERMAS) melakukan aksi demonstrasi di Gedung Manguni (Sebutan Kantor DPRD Minahasa, red), Kamis (17/10/2024) kemarin.
Aksi tersebut berujung ricuh. Mahasiswa yang mendesak masuk ke Kantor DPRD dihalangi aparat kepolisian serta Satpol PP Minahasa. Alhasil, pintu kaca di Gedung DPRD pecah. Para mahasiswa bersama aparat sempat bersitegang, namun bersyukur tidak berkepanjangan.
Anggota DPRD Minahasa yakni Rifky Roring, Liony Mongi dan Anita Mamuaja duduk mendengarkan aspirasi dari mahasiswa. Tuntutan para mahasiswa ini pun didengarkan satu persatu kemudian dilanjutkan dialog.
Sementara itu Legislator Minahasa saat berdialog dengan perwakilan aksi Mahasiswa menerima sejumlah tuntutan lokal yang didesak,antara lain;
1. Stop perampasan ruang hidup masyarakat Kalasey Dua dan perkebunan Kelelondey.
2. Membuat peraturan daerah legalitas Cap Tikus sebagai kearifan lokal.
3. Tolak reklamasi di Teluk Manado dan hentikan kriminalisasi nelayan Karangria.
4. Tuntaskan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Stop perampasan wilayah adat dan situs budaya.
5. Cabut izin usaha PT Futai Sulawesi Utara di Kota Bitung.
6. Mendesak pemerintah Kabupaten Minahasa untuk mengatasi eceng gondok di Danau Tondano.
7. Mendesak pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengatasi segala bentuk kriminalisasi terhadap anak di bawah umur.
8. Kemudian ada tuntutan nasional seperti mensahkan RUU Masyarakat Adat dan Perampasan Aset.
Seluruh aspirasi dari GERMAS pun ditampung ketiga legislator yang hadir.
Nantinya, setiap apsirasi ini akan dibahas dalam rapat DPRD Minahasa.
“Jadi tadi kami menerima aksi dari mahasiswa yang tergabung dalam GERMAS. Mereka menyampaikan beberapa aspirasi. Tentu seluruh aspirasi ini akan ditampung dan dibahas bersama dengan rekan-rekan anggota DPRD lainnya,” tandas Liony didampingi Rifky dan Anita. (Effendy)


