dutapublik.com, SUMENEP – Oknum Anggota Polsek Kangean bernama Ismail diduga telah bersikap tidak Humanis, Arogan serta tidak manusiawi dengan membentak-bentak masyarakat saat dua Relawan Masyarakat Kangean (RMK) bermaksud untuk meminta pengawalan Jenazah Kades Sumber Nangka dengan mendatangi kantor Polsek Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (13/3).
“Begini Pak ceritanya, mulanya saya sudah koordinasi dengan Pak Win Polsek terkait penjemputan Jenazah (Alm) Pak Kades dan waktu itu juga saya ke SPKT tapi tidak ada anggota Polsek yang bertugas sama sekali. Saya berinisiatif untuk mencari ke belakang tepatnya asrama Polsek. Tiba-tiba datang oknum anggota Polsek Kangean bernama Ismail dengan nada tinggi dan membentak-bentak saya. Dia bilang ngapain kamu ke belakang, gak punya etika,” ungkap Ketua RMK sambil menirukan apa yang dikatakan Oknum anggota Polsek Kangena tersebut, belum lama ini.
Dijelaskannya, dirinya merasa heran karena dirinya dibilang tidak punya etika oleh Oknum anggota Polsek Kangean tersebut.
“Saya merasa kaget dengan sikap oknum polisi macam ini. Saya yang dibilang tidak punya etika, padahal di penjagaan tidak ada satupun petugas Polsek yang jaga, pada kemana ini,” ujarnya.
Di tempat berbeda salah satu aktivis Kepulauan Kangean dengan tegas meminta agar Kapolres Sumenep Menegur Kapolsek untuk mendidik ulang setiap para anggotanya yang tidak beretika.
“Karena tidak pantas seorang pengayom masyarakat yang tidak mempunyai etika dan sopan santun dalam melayani masyarakat. Ini tidak sesuai dengan tugasnya yang seharusnya Melayani, Melindungi dan Mengayomi masyarakat dengan baik. Institusi Polri yang sudah baik ini harus kita jaga bersama Pak, jangan malah Oknum Polisi itu sendiri yang merusak Korpsnya sendiri,” tegasnya.
Sementara, Oknum Polsek yang dimaksud saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp tidak menjawab, sedangkan tanda centang biru dua sudah terlihat, berarti bahwa pesan tersebut sudah dibaca. (Kings Adie)





