Anggaran Rutilahu Kabupaten Bekasi Dirasa Kurang, LSM Kompak Koalisi: Tahun Depan Mudah-Mudahan Anggaran Naik


dutapublik.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi pada tahun 2022 mengalokasikan dana kurang lebih Rp50 milyar dalam merealisasikan program Rutilahu di 23 kecamatan dengan jumlah sasaran sekitar 2500 rumah. Adapun untuk program Rutilahu tersebut diambil dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022 (APBD) Kabupaten Bekasi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang rumahnya dapat program Rutilahu. Besaran dana yang disalurkan bagi Masyarakat yang mendapat program Rutilahu yakni sebesar Rp20 juta per unit. Adapun rinciannya Rp2 juta 500 ribu untuk upah pekerja dan Rp17 juta 500 ribu untuk Bahan Bangunan.

Dalam pantauan media, Program Rutilahu sudah dimulai sejak Minggu kemarin salah satunya menyasar rumah Bapak Ape yang beralamat di Kp. Gandaria RT01/02 Desa Cipayung.

“Saya merasa senang karena rumah saya tahun 2022 ini masuk dalam program rutilahu dan sudah mulai dalam pembangunan. Dulu rumah saya dindingnya terbuat dari bilik anyaman bambu kalau rutilahu kan pakai hebel dindingnya jadi kelihatannya kekar tidak takut ambruk,” ujar Bapak Ape sambil tersenyum saat dikonfirmasi media di lokasi rumahnya yang sedang dibangun, Kamis (21/4).

Menurut Kepala Desa Cipayung, Ajan, di desanya tercatat ada 15 rumah warga yang sedang dalam proses pembangunan program Rutilahu termasuk rumahnya Bapak Apeu yang beralamat di Kp. Gandaria Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur.

“Tahun ini warga yang dapat program rutilahu sudah dimulai dalam pembangunannya adapun dananya berasal dari APBD kabupaten Bekasi yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp20 juta,” ujar Ajan.

Sementara itu menurut, Ketua DPD LSM Kompak Koalisi Kabupaten Bekasi, Adi Sukriyadi, dengan anggaran Rp20 juta untuk ukuran rumah 5 X 6 m dipastikan dalam proses pembangunan tidak ada plafon dan keramik pun tidak semuanya. “Aneh juga nih tidak ada kamar tidur bagaimana yang sudah punya anak gadis atau bujang yang sudah besar tapi belum menikah, masa tidur mau bareng-bareng di tengah rumah, risih kalau seperti itu,” ujar Adi.

Untuk itu Adi Sukriyadi meminta kepada pemerintah Kabupaten Bekasi baik dari DPRD nya maupun Dinas Perumahan Rakyat Permukiman Kawasan dan Pertanahan Kabupaten Bekasi agar menaikan lagi Dana Rutilahu.

“Di tahun lalu aja dana pembangunan WC di Sekolah Dasar di kabupaten Bekasi bisa besar, masa untuk program Rutilahu cuman Rp20 juta coba bapak-bapak pejabat disana kontrol lihat ke bawah lihat kondisi rumah yang dapat Rutilahu, plafon ga ada, keramik ga file, terus kamar tidur juga ga ada lagi,” jelas Adi ketika melihat rumah Bapak Ape.

Adi juga dalam waktu dekat akan ke DPRD dan ke Dinas Perumahan Rakyat Permukiman Kawasan dan Pertanahan Kabupaten Bekasi untuk meminta agar Dana Rutilahu tahun depan supaya dinaikan. (AS)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *