dutapublik.com, KARAWANG – Dua warga pemilik rumah tidak layak huni di Desa Mekarpohaci Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Jawa Barat mengadukan nasibnya kepada awak media dutapublik.com beberapa waktu lalu. Mereka adalah Rusti dan Kartim yang memiliki rumah tidak layak huni di atas lahan pribadi (SHM) yang berlokasi tepatnya di Dusun Kedungsoga.

Rumah Sementara Kartim Yang Awalnya Merupakan Kandang Ayam
Rusti (68) warga kelahiran Karawang yang berstatus janda ini mengaku merasa sedih akibat usianya yang sudah tua dan tidak bisa lagi melakukan aktivitas untuk mencari nafkah demi bertahan hidup.
Namun kehidupannya selalu diwarnai ketar ketir jika suatu saat rumah reot yang ditinggalinya roboh total. Dimana sebelumnya rumah yang ia tinggali sudah roboh sebagian dan menyisakan bagian belakang yang kini ia tinggali dengan kondisi memprihatinkan.
Sertifikat Hak Milik Atas Nama Rusti
Dikonfirmasi oleh tim awak media dutapublik.com Rusti menceritakan keluh kesahnya terkait rumahnya yang didatangi aparat pemerintah dengan tujuan memfoto untuk diajukan menerima bantuan bedah rumah. “Ada petugas juga pak yang datang, cuma foto-foto saja tapi tidak ada kejelasan pak,” ujarnya Rusti kepada dutapublik.com, Selasa 20 Juni 2023.
Bahkan kata Rusti, rumahnya difoto sudah setahun lebih namun tidak ada kejelasan bahkan hingga ambruk sebagian bantuan dari pemerintah tak kunjung datang. “Setahun lebih difoto sama Pemerintah tapi gak ada kejelasan, hingga keburu ambruk rumah saya,” ungkapnya.
Sementara itu Kartim (63) seorang kakek tua yang sudah tidak bisa melakukan aktivitas untuk mencari nafkah kini mengeluhkan nasib yang tidak jauh beda dengan Rusti dan berharap bantuan bedah rumah segera direalisasikan.
Kartim menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya dimana ia harus bernasib nahas, rumahnya keburu roboh sebelum bantuan datang. “Bapak melihatkan kondisi rumah saya, rumah saya hancur kena angin dan terpaksa saya dengan keluarga saya tidur layaknya tempat kandang ayam,” ungkap Kartim.
Kata Kartim sebelum rumahnya roboh, banyak aparat pemerintah yang datangĀ tapi tidak ada ada kejelasan hingga saat ini.
Sementara itu di waktu yang berbeda TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Cilebar, Surja justru bungkam ketika dikonfirmasi dutapublik.com terkait progres yang dilakukan untuk membantu Rusti dan Kartim. (Uya/Rahmat)





