Antisipasi Stunting Jadi Salah Satu Topik Rapat Minggon Kecamatan Lemahabang-Karawang

233

dutapublik.com, KARAWANG – Pemerintah Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar rapat Minggon, pada Selasa (9/1/2024), yang dilaksanakan di kantor Kecamatan.

Pada kesempatan, Camat Lemahabang Hj. Sri Redjeki, menuturkan terkait capaian Pajak Bumi dan Bangunan di wilayah Kecamatan Lemahabang.

“Pencapaian PBB tahun 2023 di Kecamatan Lemahabang sebesar 23%, menurun dari tahun sebelumnya. Kecamatan Lemahabang menduduki urutan ke-20 dalam hal pencapaian PBB se-Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah Kabupaten Karawang sendiri pencapaian PBB sebesar 30,2% di tahun 2023.”

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada para Kades agar harus meningkatkan lagi di tahun 2024 ini capaian PBB-nya. Saya targetkan minimal harus mencapqi 30%. Kalau untuk PAD sih paling tinggi. Warga kalau mau bayar sendiri PBB-nya silahkan, atau mau dititip ke petugas PBB di Desa setempat,” ujarnya.

Terkait Kades yang akan habis masa jabatan, lanjut Hj. Sri Redjeki, mengimbau agar mempersiapkan tahap pemeriksaan khusus (Riksus)

“Untuk pemeriksaan tahun ini akan dilaksanakan Riksus Akhir Masa Jabatan (AMJ) dari awal menjabat sampai 6 tahun. Adapun Desa yang akan dilakukan Riksus, yaitu Desa Lemahabang, Desa Pulojaya, Desa Pulokalapa, dan Desa Lemahmukti,” imbuhnya.

Hj. Sri Redejki, berharap agar para Kades melakukan koordinasi untuk menyukseskan Pemilu Damai 2024.

“Para Kades agar segera melakukan koordinasi dengan para PPS agar menentukan titik TPS, yang aman dari guyuran hujan nantinya. Sedangkan, untuk mengantisipasi banjir, lakukan kerja bakti terutama pembersihan saluran irigasi dari genangan sampah,” imbaunya.

Keterangan Gambar 2: Peserta Rapat Minggon Kecamatan Lemahabang

Sementara, Ipda Herawati, S.H., selaku Kapolsek Lemahabang Polres Karawang Polda Jabar, menyampaikan terkait Perda pelarangan penggunaan Knalpot Brong.

“Perda pelarangan menggunakan Knalpot Brong sudah dikeluarkan. Imbauan yang diberikan oleh Pak Kapolres agar segera disosialisasikan dan Banner harus segera dicetak agar masyarakat mengetahui bahwa dilarang menggunakan Knalpot Brong. Karena ada sanksinya,” katanya.

Di tempat yang sama, dr. Ajiz, selaku kepala Puskesmas Kecamatan Lemahabang, menjelaskan terkait adanya peningkatan angka Stunting di Kecamatan Lemahabang.

“Angka Stunting di Kecamatan Lemahabang ada peningkatan. Di tahun sebelumnya 12 Balita, sekarang ada 19 Balita. Jadi, saya harap Pemdes harus memberikan perhatian yang lebih agar angka tersebut bisa berkurang,” jelasnya.

Selain itu, dr. Azis, menerangkan, bahwa di Kecamatan Lemahabang, untuk Obat penyakit Kusta, dan ODGJ, sudah tersedia.

“Obat penyakit Kusta sudah ada. Obat ini hanya tersedia di Puskesmas secara gratis. Karena, penyakit Kusta timbul akibat orangnya jorok atau jarang mandi bersih. Jadi, penyakit itu timbul karena Bakteri. Penyakit Kusta biasanya akan mengikis habis anggota tubuh.”

“Untuk obat ODGJ pun sudah ada. Jika ada anggota keluarga atau masyarakat yang mengalami gejala ODGJ, segera lapor ke kami, akan segera kami tangani dengan obatnya didapatkan gratis. Jadi, diimbau kepada keluarga yang anggota keluarganya mengalami ODGJ, harus mau merawatnya,” terangnya.

Rapat Minggon Kecamatan Lemahabang dihadiri oleh Camat Lemahabang dan jajaran, Kapolsek Lemahabang, Danpos Koramil 0409/Telagasari, Kepala KUA, Kepala Puskesmas Lemahabang, Petugas TKSK, dan beberapa Kades. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *