Aspirasi Dewan Toleng Dikecam Warga Desa Kedungjeruk, Jembatan Senilai Ratusan Juta Dibangun Eksklusif Khusus Untuk “Orang Dekat”

1878

dutapublik.com, KARAWANG – Proyek pemerintah yang berasal dari aspirasi anggota DPRD/Dewan seringkali disalahgunakan baik secara anggaran maupun aspek kemanfaatannya. Patut dicatat bahwa sudah banyak terdengar aspirasi Dewan hanya bermanfaat bagi para kader ataupun orang dekat yang berjasa memenangkannya dalam Pileg, padahal semua orang tahu bahwa proyek aspirasi berasal dari uang rakyat yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat.

Keterangan Gambar 2 : Papan Proyek Jembatan Awang

Salah satu yang patut diduga diselewengkan anggota dewan terkait aspek kemanfaatan berada di Desa Kedungjeruk, Kecamatan Cibuaya. Berdasarkan keterangan warga sekitar proyek aspirasi di desa Kedungjeruk berupa proyek jembatan berasal dari aspirasi anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKB, Rahmat Hidayat Jati alias Rahmat Toleng.

Menurut Ade Delon, Ketua Karang Taruna setempat, proyek aspirasi Dewan Toleng tersebut dikecam oleh warga sekitar karena tidak bermanfaat bagi masyarakat umum. Jembatan yang dibangun hanya bermanfaat bagi keluarga Udin Alias Awing, karena jembatan menyambungkan secara eksklusif rumah pribadi Awing dengan jalan raya.

Bahkan kata Delon, warga sekitar sudah membuat Surat Pernyataan Keberatan Warga yang ditandatangai para tokoh masyarakat setempat dan sudah ditembuskan ke pemerintah desa dan kecamatan.

Keterangan Gambar 3 : Jembatang Awang (tampak depan) Dibangun Menuju Rumah Pribadi Udin Alias Awing

Adapun surat itu berbunyi “kami masyarakat Dusun Tangkolo Rt 004/002 Desa Kedungjeruk Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang menyatakan bahwa dengan adanya pembangunan jembatan yang menuju rumah atas nama Awang yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jabar di wilayah Dusun Tangkolo Rt 004/002 Desa Kedungjeruk Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang yang didirikan tepat di depan halaman rumah yang bersangkutan dengan ukuran Panjang 7m dan lebar 3,5 meter, tidak tepat sasaran karena tidak semua warga dapat merasakan manfaat jembatan tersebut.  Dalam hal ini kami sebagai masyarakat yang ada di lingkungan tersebut merasa keberatan dengan adanya pembangunan jembatan tersebut.”

Keling, warga sekitar juga menyuarakan kecaman atas pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai uang rakyat dihamburkan hanya untuk kepentingan segelintir orang bukannya untuk masyarakat banyak.

“Kalau bisa gitu, saya minta ke pemerintah agar membangunkan jalan cor khusus ke rumah saya pakai uang rakyat,” sindir Keling.

Menurut Keling uang rakyat Rp196 juta lebih telah dihabiskan sia-sia, padahal rakyat telah membayar pajaknya dari keringat masing-masing. “Saya kasihan rakyat, uangnya habis gak jelas, sudah gitu Dewan Toleng malah diem dan terkesan menyetujui aspirasi dibangun secara eksklusif untuk kepentingan segelintir orang yang diduga dekat dengannya,” jelasnya.

Nampak Spanduk Rahmat Toleng Dipasang Di Depan Rumah Udin Alias Awing

Sementara itu, Anggota DPRD Jabar, Rahmat Toleng belum menjawab konfirmasi dari dutapublik.com hingga berita ini dipublikasikan. (uya) 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *